HealthcareUpdate News

Hasul CKG : Lebih dari 50% Anak Sekolah Alami Masalah Gigi

emeriksaan kesehatan terbaru di sekolah menunjukkan lebih dari separuh anak mengalami masalah gigi, terutama karies atau gigi berlubang, yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

Masalah gigi menjadi temuan kesehatan terbanyak pada anak sekolah dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di berbagai daerah. Data terbaru menunjukkan sekitar 52,67 persen anak yang mengikuti pemeriksaan mengalami karies atau gigi berlubang. Dari ratusan ribu siswa yang disaring, puluhan ribu bahkan tercatat memiliki lebih dari tiga gigi berlubang, angka yang mengkhawatirkan untuk kelompok usia sekolah.

Temuan ini memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan gigi dan mulut pada anak masih menjadi pekerjaan rumah besar. Karies terjadi akibat penumpukan plak yang dihasilkan dari sisa makanan, terutama yang mengandung gula. Bakteri di dalam mulut memecah gula tersebut dan menghasilkan asam yang perlahan merusak lapisan email gigi. Jika tidak ditangani, kerusakan bisa semakin dalam hingga menimbulkan rasa nyeri, infeksi, bahkan gangguan makan dan tidur.

Masalah gigi pada anak bukan sekadar urusan estetika. Rasa sakit akibat gigi berlubang dapat mengganggu konsentrasi belajar di sekolah. Anak menjadi sulit fokus, mudah rewel, dan nafsu makan menurun. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi tumbuh kembang dan kualitas hidup anak secara keseluruhan.

Tingginya angka karies pada anak sekolah dipengaruhi beberapa faktor. Konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi masih menjadi penyebab utama, terutama jajanan yang mudah ditemui di lingkungan sekolah. Selain itu, kebiasaan menyikat gigi yang belum teratur dan teknik yang kurang tepat juga membuat plak menumpuk. Kurangnya kontrol rutin ke dokter gigi membuat kerusakan tidak terdeteksi sejak awal.

Read More  KUR Khusus Ekonomi Kreatif Siap Meluncur 2026, Plafon Rp10 Triliun

Pencegahan sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Anak dianjurkan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Orang tua sebaiknya mendampingi anak, khususnya usia sekolah dasar, untuk memastikan teknik menyikat gigi sudah benar dan menjangkau seluruh permukaan gigi. Membatasi konsumsi gula, memperbanyak minum air putih, serta membiasakan anak berkumur setelah makan juga membantu mengurangi risiko karies.

Selain itu, pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal setiap enam bulan penting dilakukan untuk mendeteksi masalah sejak dini. Peran sekolah juga tidak kalah penting melalui edukasi kesehatan gigi dan program sikat gigi bersama agar anak memahami pentingnya menjaga kebersihan mulut.

Dengan angka temuan yang masih tinggi, kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan menjadi kunci untuk menekan prevalensi gigi berlubang pada anak. Perubahan kebiasaan kecil yang konsisten bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan generasi mendatang.

Back to top button