TechnoUpdate News

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Cuka dengan Sinar Matahari, Apa Manfaatnya bagi Masyarakat?

Para ilmuwan berhasil mengubah sampah plastik menjadi asam asetat, senyawa utama dalam cuka, hanya dengan memanfaatkan sinar matahari

Terobosan baru di bidang sains menghadirkan harapan besar bagi persoalan limbah global. Para ilmuwan berhasil mengubah sampah plastik menjadi asam asetat—senyawa utama dalam cuka—hanya dengan memanfaatkan sinar matahari. Inovasi ini dinilai berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengatasi penumpukan plastik yang selama ini sulit terurai.

Masalah sampah plastik masih menjadi tantangan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Limbah plastik dapat mencemari tanah, sungai, hingga lautan dan membahayakan ekosistem. Melalui metode terbaru ini, plastik diurai menggunakan proses fotokatalitik, yakni reaksi kimia yang dipicu oleh cahaya matahari dengan bantuan katalis khusus. Energi dari sinar matahari memecah rantai panjang polimer plastik menjadi molekul yang lebih sederhana, salah satunya asam asetat.

Asam asetat merupakan komponen utama dalam cuka dan banyak dimanfaatkan di industri makanan, tekstil, farmasi, hingga bahan kimia. Artinya, plastik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini bisa diubah menjadi bahan baku industri yang memiliki nilai ekonomi. Proses ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dibanding pembakaran limbah plastik atau metode daur ulang konvensional yang membutuhkan energi besar dan menghasilkan emisi tambahan.

Bagi masyarakat, manfaat inovasi ini cukup luas. Pertama, teknologi ini berpotensi mengurangi timbunan sampah plastik yang selama ini menjadi beban lingkungan. Kedua, limbah plastik dapat menjadi sumber ekonomi baru jika diolah menjadi produk bernilai tambah. Ketiga, penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi mendukung transisi menuju teknologi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, di mana material yang sudah digunakan tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan kembali dalam rantai produksi.

Read More  Pemerintah Targetkan Zero Diabetes Tipe 2 di Usia Muda

Bagi Indonesia yang masih menghadapi persoalan besar terkait pengelolaan sampah, terobosan ini bisa menjadi peluang strategis. Jika dikembangkan dan diadaptasi secara lokal, teknologi tersebut tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka lapangan kerja di sektor pengolahan limbah dan industri kimia hijau. Meski masih memerlukan pengembangan lebih lanjut sebelum diterapkan secara luas, inovasi ini menunjukkan bahwa solusi atas krisis lingkungan dapat lahir dari pemanfaatan teknologi sederhana berbasis energi terbarukan.

Back to top button