TechnoUpdate News

Ini Dia Negara yang Berpotensi Jadi Pusat Infrastruktur AI Dunia

Amerika Serikat, UAE, China, India, dan Singapura jadi lima negara dengan infrastruktur AI terkuat di dunia. Indonesia punya peluang besar menyusul sebagai hub AI Asia Tenggara.

Persaingan global dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) kini semakin bergeser ke arah pembangunan infrastruktur digital berkapasitas raksasa, yang menjadi fondasi utama untuk melatih dan mengoperasikan model AI generatif.

Menurut laporan TRG Data Centers dan Visual Capitalist tahun 2025, setidaknya ada lima negara yang diprediksi akan memegang peran dominan dalam ekosistem infrastruktur AI global: Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UAE), China, India, dan Singapura. Negara-negara ini tidak hanya mengandalkan kekuatan ekonomi, tetapi juga kebijakan pemerintah yang agresif dalam mendukung transformasi digital.

1. Amerika Serikat

AS menempati posisi teratas dengan total kapasitas komputasi mencapai 39,7 juta H100-equivalents, didukung oleh raksasa teknologi seperti NVIDIA, Google, Amazon, dan Microsoft. Negara ini memiliki ribuan pusat data tersebar di berbagai negara bagian dengan kemampuan komputasi tertinggi di dunia.
Selain itu, AS juga memimpin dalam pengembangan chip AI dan algoritma pembelajaran mesin canggih, menjadikannya motor utama revolusi kecerdasan buatan global.

2. Uni Emirat Arab

UAE mengejutkan dunia karena berhasil menempati posisi kedua, bahkan melampaui China dalam kapasitas komputasi AI per kapita. Negara ini menggelontorkan investasi miliaran dolar untuk membangun pusat data berdaya besar di Abu Dhabi dan Dubai, sekaligus memperkenalkan strategi nasional AI yang ambisius sejak 2017.
Salah satu proyek terbesarnya adalah AI City di Masdar, yang dirancang menjadi kawasan riset dan komputasi berkelanjutan dengan dukungan energi terbarukan.

3. China

Read More  Isyara, Inovasi Digital Bahasa Isyarat yang Lebih Mudah

Sebagai negara dengan industri teknologi terbesar di Asia, China menempati posisi ketiga dunia dengan ribuan fasilitas data center berkapasitas besar. Pemerintah China melalui National AI Strategy 2030 menargetkan dominasi penuh dalam riset dan produksi chip AI domestik.
Beberapa kota seperti Beijing, Shenzhen, dan Hangzhou kini menjadi pusat pengembangan model AI lokal yang bersaing dengan OpenAI dan Google DeepMind.

4. India

India menunjukkan pertumbuhan luar biasa dalam lima tahun terakhir. Dengan kapasitas komputasi mencapai 1,2 juta H100-equivalents, India kini menjadi basis bagi ribuan startup AI.
Pemerintah India juga meluncurkan inisiatif IndiaAI Mission senilai lebih dari USD 1 miliar untuk memperkuat infrastruktur cloud nasional dan mendorong riset AI di universitas negeri.

5. Singapura

Negara kecil ini menempati posisi kelima dunia berkat efisiensi dan regulasi yang berpihak pada inovasi. Singapura mengintegrasikan sistem keamanan data, cloud nasional, dan jaringan serat optik berkecepatan tinggi.
Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura juga aktif mendorong perusahaan global membuka pusat data AI di negaranya. Bahkan, Singapura menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan pedoman etik AI nasional secara komprehensif.

Bagaimana dengan Indonesia?

Meski belum masuk lima besar, Indonesia memiliki peluang strategis menjadi pusat infrastruktur AI di Asia Tenggara, seiring meningkatnya investasi di sektor digital dan komputasi awan.
Menurut CMS Global Infrastructure Index 2023, Indonesia berada di posisi ke-35 dunia dalam kesiapan infrastruktur digital, dengan nilai kompetitif dari sisi pasar, populasi digital, dan letak geografis.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama BSSN dan BRIN tengah menyiapkan peta jalan AI Nasional 2025–2035 yang mencakup pembangunan pusat data nasional, peningkatan kapasitas jaringan serat optik Palapa Ring, serta pelatihan 1 juta talenta digital di bidang kecerdasan buatan.

Read More  Hati-Hati: Kerja WFH Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Henti Jantung

Guru Besar Teknologi Informasi Universitas Indonesia, Prof. Budi Rahardjo, menilai bahwa peluang Indonesia terbuka lebar selama infrastruktur dasar seperti energi dan konektivitas internet diperkuat.

“Indonesia punya sumber daya manusia muda yang besar. Tantangannya adalah ketersediaan daya listrik untuk pusat data dan kebijakan cloud yang aman. Kalau dua hal ini diatasi, kita bisa menjadi hub AI terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya.

Pemerintah juga menggandeng perusahaan swasta seperti Google Cloud, Huawei, dan Telkom Data Center untuk mempercepat pembangunan sovereign cloud—pusat data yang dikelola di dalam negeri untuk menjamin keamanan data nasional.

Selain itu, sejumlah kawasan industri digital di Batam, Bekasi, dan Cikarang mulai diarahkan menjadi zona ekonomi khusus (KEK) digital dengan fasilitas infrastruktur komputasi berdaya besar.
Langkah ini dinilai penting untuk menarik investasi global dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok AI dunia.

Dominasi Amerika Serikat dalam AI mungkin masih jauh di depan, tetapi persaingan kini semakin merata. Negara-negara seperti UAE, India, dan Singapura membuktikan bahwa dengan kebijakan yang visioner dan investasi agresif, infrastruktur AI dapat tumbuh pesat dalam waktu singkat.
Sementara itu, Indonesia berada di jalur yang benar — asal mampu mempercepat pembangunan pusat data, menjaga pasokan energi, dan meningkatkan kualitas SDM teknologi.

Back to top button