Jakarta Hadapi Kerusakan Jalan Akibat Cuaca Ekstrem, Ini Cara Aman Berkendara di Jalan Rusak
Cuaca ekstrem yang melanda Jakarta menyebabkan banyak ruas jalan rusak dan berlubang, sehingga pengendara perlu menyesuaikan cara berkendara agar tetap aman
Cuaca ekstrem yang melanda Jakarta dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak serius pada kondisi infrastruktur jalan. Hujan dengan intensitas tinggi mempercepat kerusakan aspal, memicu munculnya jalan berlubang, bergelombang, hingga permukaan licin yang berisiko bagi pengendara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui bahwa perubahan cuaca menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas jalan. Air hujan yang terus-menerus meresap ke lapisan aspal mempercepat retak dan pengelupasan permukaan, terutama di ruas jalan dengan volume kendaraan berat yang tinggi.
Kondisi jalan yang tidak rata ini meningkatkan potensi kecelakaan, mulai dari ban pecah, kendaraan oleng, hingga pengendara terjatuh, khususnya bagi pengguna sepeda motor. Karena itu, pengendara diimbau lebih waspada dan menyesuaikan cara berkendara saat melintasi ruas jalan yang rusak.
Saat melewati jalan berlubang atau bergelombang, pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Kecepatan rendah memberi waktu lebih untuk membaca kondisi jalan dan menghindari lubang yang tertutup genangan air. Lubang yang terisi air kerap menipu karena kedalamannya sulit diperkirakan.
Posisi setir dan stang juga perlu dikendalikan dengan stabil. Hindari mengerem mendadak tepat di atas jalan berlubang karena dapat membuat kendaraan kehilangan keseimbangan. Jika tidak bisa menghindar, lewati lubang dengan kecepatan konstan dan roda lurus agar benturan tidak merusak suspensi atau velg.
Bagi pengendara motor, berdiri ringan di atas pijakan kaki saat melewati jalan rusak dapat membantu meredam guncangan ke tubuh. Sementara pengemudi mobil dianjurkan tidak memaksakan kendaraan bermanuver tajam demi menghindari lubang, terutama di jalan sempit atau padat lalu lintas.
Selain teknik berkendara, kondisi kendaraan juga menjadi faktor penting. Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan karena ban yang terlalu keras atau terlalu kempis lebih rentan rusak saat menghantam lubang. Sistem suspensi dan rem juga perlu diperiksa secara berkala, terutama di musim hujan.
Pemerintah daerah menyatakan perbaikan jalan akan terus dilakukan secara bertahap, namun masyarakat diimbau tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara. Adaptasi cara mengemudi dan kewaspadaan ekstra menjadi kunci utama menghadapi kondisi jalan Jakarta yang terdampak cuaca ekstrem.





