Jangan Tertipu! 5 Tips Memilih Kurma Tanpa Pemanis Buatan saat Ramadan
Menjelang Ramadan, kurma menjadi camilan favorit berbuka â berikut panduan memilih kurma alami tanpa pemanis buatan serta dampak pemanis buatan bagi kesehatan.
Ramadan identik dengan kurma sebagai buah yang selalu menghiasi meja berbuka. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat kurma begitu digemari. Namun di pasaran saat ini, tak semua kurma yang dijual murni tanpa tambahan pemanis. Beberapa produk mengandung sirup gula atau pemanis buatan untuk menambah rasa manis dan daya simpan, yang bagi sebagian orang bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Ahli gizi dan dokter spesialis gizi klinis Dr.âŻdr. LucianaâŻB.âŻSutanto, menekankan perlunya kehatiâhatian dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan. âMinuman manis ada yang menggunakan pemanis alami maupun buatan. Konsumsinya aman selama sudah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sesuai dengan batas wajar dalam pedoman gizi seimbang,â ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa pemanis buatan tidak boleh digunakan dalam produk pangan yang ditujukan untuk ibu menyusui, anak di bawah tiga tahun, dan bayi menurut peraturan BPOM.
Lalu bagaimana cara membedakan kurma alami dari yang mengandung pemanis buatan? Berikut lima tips mudah yang bisa Anda terapkan saat membeli kurma:
- Periksa daftar bahan pada kemasan. Kurma yang baik seharusnya hanya mencantumkan satu bahan: kurma itu sendiri. Hindari produk dengan tambahan gula, sirup, atau istilah pemanis lain.
- Cium aromanya. Kurma alami memiliki aroma khas manis buah kurma yang lembut. Jika tercium bau seperti gula karamel yang terlalu kuat, bisa jadi itu akibat sirup pemanis.
- Perhatikan tekstur buah. Kurma yang segar dan tanpa tambahan pemanis biasanya memiliki tekstur yang sedikit lebih kering dan tidak lengket berlebihan. Tekstur terlalu âberminyakâ atau lengket bisa jadi tanda adanya sirup tambahan.
- Rasakan rasa aslinya. Rasa manis yang alami cenderung seimbang dan tidak terlalu tajam. Manis yang terlalu intens pada gigitan pertama bisa mengindikasikan tambahan gula.
- Cek asal dan varietasnya. Kurma dari varietas unggul seperti Ajwa, Medjool, atau Sukari yang asli biasanya sudah manis alami tanpa tambahan pemanis. Kebanyakan kurma impor berkualitas baik mencantumkan varietasnya di label.
Selain itu, penting juga memahami dampak kesehatan dari konsumsi pemanis buatan. Beberapa penelitian dan panduan kesehatan menunjukkan bahwa penggunaan pemanis buatan tidak memberikan manfaat jangka panjang dalam mengendalikan berat badan dan justru bisa dikaitkan dengan risiko kesehatan seperti peningkatan risiko diabetes tipeâ2, penyakit kardiovaskular, dan penurunan fungsi kognitif dalam beberapa studi. Organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan menyarankan agar orang mengurangi konsumsi pemanis buatan karena tidak memberikan manfaat jangka panjang dan mungkin membawa efek yang tidak diinginkan.
Tak hanya itu, rupanya konsumsi kurma alami justru punya manfaat kesehatan tersendiri. Kurma mengandung serat, antioksidan, dan mineral seperti kalium yang membantu menjaga pencernaan serta menjadi sumber energi cepat di saat buka puasaâmanfaat yang sulit ditandingi oleh produk dengan tambahan pemanis buatan.
Memilih kurma yang baik sebenarnya sederhana, asalkan konsumen teliti membaca label dan tahu apa yang dicari. Ramadan adalah momen penuh berkah â jangan biarkan pilihan kurma yang kurang tepat mengurangi manfaat nutrisi yang seharusnya Anda dapatkan.





