Kebakaran di Kemayoran: Risiko Tersembunyi dari Baterai Litium
Kebakaran mematikan di Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, diduga berawal dari baterai litium — mengingatkan kita bahwa baterai tersebut bisa lebih berbahaya dari api
Pada Selasa (9/12/2025), kebakaran hebat melanda gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Api diduga berasal dari baterai litium yang berada di lantai satu gedung, meskipun penyebab pasti masih diselidiki pihak berwenang. Karyawan yang berada di lokasi sempat mencoba memadamkan api menggunakan lima unit alat pemadam ringan, namun usaha tersebut gagal karena api menyebar sangat cepat dan asap yang pekat memenuhi seluruh ruangan. Tragedi ini menewaskan 22 orang, termasuk seorang wanita yang tengah hamil, sementara beberapa korban lainnya mengalami luka bakar dan keracunan asap. Evakuasi darurat dilakukan, tetapi kondisi gedung yang padat dan banyak peralatan elektronik membuat proses penyelamatan menjadi sangat sulit dan berisiko.
Baterai litium‑ion dan jenis litium poli‑mer kini banyak digunakan di berbagai perangkat, mulai dari drone, ponsel, laptop, hingga kendaraan listrik. Di balik kemampuannya menyimpan energi besar dalam ukuran ringkas, baterai ini memiliki risiko serius jika terjadi thermal runaway, yaitu kondisi di mana panas berlebih memicu reaksi kimia internal yang dapat menimbulkan api dan ledakan. Api dari baterai litium sangat sulit dipadamkan dengan cara konvensional, bahkan kadang tetap menyala meski telah disiram air. Selain itu, saat terbakar, baterai ini melepaskan gas beracun yang dapat menyebabkan sesak napas, iritasi, atau bahkan kematian bagi orang yang berada terlalu dekat.
Kejadian di Kemayoran menjadi pengingat bahwa penggunaan baterai litium harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Mengisi daya terlalu lama, menggunakan charger atau baterai yang tidak resmi, serta menyimpan baterai di ruang sempit atau dekat benda mudah terbakar bisa meningkatkan risiko kebakaran. Pengelola gedung dan perusahaan disarankan untuk menyiapkan prosedur keamanan khusus untuk perangkat yang menggunakan baterai litium, termasuk penyediaan pemadam api khusus, ventilasi yang baik, serta pelatihan karyawan tentang cara menghadapi kebakaran baterai.
Selain risiko fisik, kebakaran akibat baterai litium juga dapat menimbulkan kerugian materi yang sangat besar. Banyak peralatan elektronik dan dokumen penting yang mudah rusak karena api dan asap, sehingga tindakan pencegahan harus menjadi prioritas. Para ahli menyarankan untuk memisahkan baterai cadangan di lokasi yang aman, tidak menumpuk terlalu banyak sekaligus, dan selalu memeriksa kondisi baterai secara rutin untuk menghindari kerusakan yang tidak terlihat.
Tragedi ini juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang potensi bahaya baterai litium. Meskipun baterai jenis ini menawarkan kenyamanan dan efisiensi energi yang tinggi, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama. Standar keamanan yang ketat dalam pengisian, penyimpanan, dan penggunaan baterai litium sangat penting untuk mencegah bencana yang tidak diinginkan.
Dengan meningkatnya penggunaan perangkat bertenaga baterai litium di kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan kerja, kejadian di Kemayoran menjadi peringatan nyata bahwa kecanggihan teknologi harus diimbangi dengan kewaspadaan, prosedur keselamatan, dan pengetahuan yang memadai agar tragedi serupa tidak terulang.





