Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Pakai Earphone Terlalu Lama, Ini Cara Mencegahnya
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa penggunaan earphone atau headphone dalam waktu lama berisiko merusak pendengaran, sehingga perlu langkah pencegahan yang tepat agar telinga tetap sehat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kembali memberi peringatan penting bagi masyarakat, terutama pengguna setia earphone atau headphone. Terlalu lama menggunakan perangkat audio ini tanpa jeda dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran hingga kehilangan fungsi indra pendengaran secara bertahap. Jeda dan pengaturan penggunaan yang bijak sangat dianjurkan demi kesehatan telinga jangka panjang.
Menurut Kemenkes, mendengarkan suara melalui earphone dengan durasi panjang dan volume tinggi dapat memberi tekanan berlebihan pada sel-sel rambut di telinga bagian dalam, yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan permanen. Sementara itu, paparan suara dengan intensitas kuat secara terus-menerus juga dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama gangguan pendengaran menurut studi kesehatan pendengaran global.
Untuk mencegah gangguan pendengaran, Kemenkes merekomendasikan beberapa langkah sederhana. Pertama, batasi durasi mendengarkan musik atau konten audio melalui earphone, misalnya mengikuti prinsip 60:60 â yaitu maksimal 60 menit pemakaian dalam satu waktu dan volume tidak melebihi 60% dari kemampuan maksimal perangkat. Ini penting karena kebiasaan mendengarkan tanpa jeda dapat membuat telinga kelelahan dan berpotensi mempercepat penurunan fungsi pendengaran.
Tak hanya itu, memberikan jeda istirahat setelah setiap sesi mendengarkan juga membantu telinga pulih dari paparan suara. Istirahat ini memberi waktu bagi organ pendengaran untuk kembali ke kondisi normal setelah menerima suara intens. Selain itu, menghindari penggunaan earphone saat berada di lingkungan ramai atau bising dapat membantu mencegah paparan suara yang berlebihan.
Kemenkes juga menekankan pentingnya pemeriksaan pendengaran secara rutin, terutama bagi mereka yang sering menggunakan earphone setiap hari. Deteksi dini gangguan pendengaran membuat penanganan lebih efektif sebelum kerusakan berkembang menjadi permanen. Edukasi mengenai kebiasaan safe listening atau mendengarkan dengan aman juga dianggap krusial guna mendukung upaya kesehatan pendengaran di kalangan anak muda dan masyarakat umum.
Dengan memperhatikan durasi penggunaan, volume suara, dan memberi jeda istirahat, masyarakat diharapkan dapat menikmati konten audio tanpa mengorbankan kesehatan telinga mereka. Pendengaran yang terjaga adalah investasi jangka panjang yang mendukung kualitas hidup sehari-hari.





