Kemenkes Siapkan Bank Data Genomik Nasional, Langkah Menuju Era Precision Medicine di Indonesia
Kementerian Kesehatan tengah menyiapkan pembangunan bank data genomik masyarakat Indonesia untuk mendukung penerapan precision medicine, yang diyakini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dan peluang kesembuhan pasien.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menyiapkan langkah besar dalam transformasi layanan kesehatan Indonesia melalui pembangunan bank data genomik nasional. Langkah ini akan menjadi fondasi penerapan precision medicine atau pengobatan presisi yang menyesuaikan terapi berdasarkan profil genetik tiap individu.
Menurut Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, inisiatif ini merupakan bagian dari agenda besar Biomedical and Genomic Initiative, di mana Indonesia akan memiliki pusat data genomik pertama yang menghimpun informasi DNA masyarakat dari berbagai daerah. Data tersebut akan digunakan untuk riset penyakit, penentuan terapi yang lebih akurat, hingga deteksi dini penyakit turunan.
âDengan memahami peta genomik masyarakat Indonesia, kita bisa tahu mengapa satu obat cocok untuk sebagian orang tapi tidak efektif bagi yang lain. Ini adalah kunci menuju pengobatan yang benar-benar personal,â ujar Budi di Jakarta, Senin (3/11).
Salah satu langkah nyata dari rencana ini adalah peluncuran Program SatuDNA, yang menawarkan pemeriksaan genomik secara gratis kepada sejumlah kelompok masyarakat sebagai bagian dari tahap awal pengumpulan data. Pemeriksaan ini melibatkan pengambilan sampel genetik melalui tes sederhana, kemudian hasilnya akan dianalisis di laboratorium bioinformatika nasional.
Kemenkes menegaskan bahwa seluruh data akan disimpan secara aman dan anonim, hanya digunakan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan kesehatan masyarakat.
Manfaat bagi Kesehatan
Bank data genomik ini memiliki potensi besar untuk mengubah arah sistem layanan kesehatan di Indonesia. Melalui pendekatan precision medicine, dokter dapat:
- Menentukan jenis obat yang paling sesuai dengan kondisi genetik pasien,
- Mendeteksi risiko penyakit kronis sejak dini,
- Menentukan dosis obat secara lebih akurat untuk meminimalkan efek samping, serta
- Meningkatkan tingkat keberhasilan terapi kanker, penyakit langka, dan gangguan metabolik.
Menurut Prof. Amin Soebandrio, Ketua Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, precision medicine mampu meningkatkan peluang kesembuhan pasien hingga dua kali lipat dalam kasus tertentu, karena terapi disesuaikan dengan karakteristik genetik, bukan hanya gejala klinis umum.
âPendekatan ini bukan sekadar mengobati, tetapi mencegah. Dengan data genom yang kuat, sistem kesehatan kita bisa berpindah dari sick care menjadi health care,â jelasnya.
Menuju Ekosistem Kesehatan Modern
Indonesia menjadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang berambisi membangun infrastruktur genomik nasional secara mandiri. Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat pengembangan pengobatan presisi, tetapi juga mendorong kolaborasi antara akademisi, industri farmasi, dan startup bioteknologi dalam negeri.
Kemenkes menargetkan tahap awal pembangunan bank data genomik akan dimulai pada 2026, dengan ribuan sampel DNA yang dikumpulkan dari berbagai etnis di seluruh nusantara â mencerminkan keberagaman genetik Indonesia.
Jika berhasil, Indonesia berpotensi menjadi pusat riset genetika di kawasan regional dan membuka era baru kesehatan berbasis data yang lebih tepat, efisien, dan manusiawi.





