HealthcareUpdate News

Kenali Perubahan Fisik yang Termasuk Gejala Demensia, Bukan Sekadar Pikun Biasa

Demensia bukan sekadar lupa-lupa kecil, tetapi juga bisa ditandai oleh perubahan fisik yang perlu diwaspadai agar penanganan lebih dini bisa dilakukan.

Banyak orang mengira demensia hanya berkaitan dengan penurunan daya ingat, tetapi kondisi ini bisa menunjukkan perubahan fisik nyata yang sering luput dari perhatian. Demensia merupakan sindrom yang membuat fungsi kognitif menurun secara progresif dan memengaruhi kemampuan sehari-hari, termasuk aktivitas fisik dan koordinasi tubuh.

Menurut para pakar kesehatan, perubahan fisik dapat muncul bahkan sebelum gejala ingatan yang berat terasa. Perubahan gaya berjalan seperti lambat, tidak stabil, atau bergeser-geser saat melangkah bisa menjadi tanda awal bahwa otak mulai mengalami gangguan fungsi motorik selain kognitif. Hal ini sering terjadi karena bagian otak yang mengatur keseimbangan dan koordinasi mulai terpengaruh oleh kondisi progresif demensia.

Perubahan lain yang perlu diwaspadai adalah kesulitan menjaga keseimbangan, terutama saat berdiri atau berjalan di permukaan yang sebelumnya tidak bermasalah. Kondisi ini bisa berefek pada meningkatnya risiko jatuh atau kerap terantuk saat berjalan. Selain itu, gangguan motorik halus seperti kesulitan meraih atau menggenggam benda kecil juga bisa tampil sebagai manifestasi fisik demensia ketika penyakit berkembang.

Meski demikian, gejala fisik ini sering dianggap sebagai bagian normal dari penuaan oleh banyak orang. Padahal, perbedaan antara demensia dan penuaan biasa terletak pada keterbatasan fungsi tubuh yang makin mengganggu aktivitas harian. Ketika perubahan fisik disertai dengan gangguan memori, kebingungan yang meningkat, atau perubahan perilaku lain seperti sulit berkomunikasi atau hilangnya motivasi, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga medis profesional.

Penting juga diketahui bahwa gejala fisik tersebut bukan satu-satunya tanda demensia. Demensia juga mencakup gangguan memori, perubahan suasana hati, kebingungan waktu dan tempat, serta kesulitan melakukan tugas sehari-hari yang sebelumnya mudah dilakukan. Mengenali kombinasi gejala ini lebih awal dapat membantu keluarga dan tenaga kesehatan memberikan dukungan yang tepat bagi penderita.

Back to top button