Kurang Tidur Bisa Mempercepat Penuaan Otak Hingga Satu Tahun
Penelitian internasional terbaru menemukan bahwa kebiasaan tidur buruk, seperti insomnia dan begadang, dapat mempercepat penuaan otak hingga satu tahun lebih cepat dari usia sebenarnya.
Penelitian ini dilakukan oleh ilmuwan dari Karolinska Institutet di Swedia bersama sejumlah universitas di China, yang memeriksa lebih dari 27.000 hasil MRI otak dari peserta UK Biobank. Para peneliti menggunakan teknik pencitraan canggih dan model machine learning untuk menghitung âusia biologis otakâ, kemudian membandingkannya dengan usia kronologis peserta. Dari analisis tersebut terlihat bahwa orang dengan kualitas tidur buruk memiliki usia otak biologis yang lebih tua hingga setahun dibandingkan mereka yang tidur dengan sehat.
Penilaian tidur dilakukan menggunakan lima indikator utama, yakni durasi tidur, insomnia, mendengkur, rasa kantuk di siang hari, serta tipe pola tidur seseorang. Setiap penurunan kualitas tidur terbukti meningkatkan percepatan usia otak sekitar enam bulan. Para peneliti juga menemukan hubungan antara tidur buruk dan peningkatan peradangan rendah dalam tubuh, yang menjadi salah satu mekanisme mengapa penuaan otak berjalan lebih cepat.
Temuan ini menguatkan bukti bahwa otak tidak hanya menua secara alami, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh gaya hidup. Kebiasaan begadang, tidur kurang dari tujuh jam, maupun istirahat yang tidak berkualitas membuat otak bekerja lebih keras dan mempercepat kerusakan jaringan di dalamnya. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif, melemahnya memori, hingga potensi penyakit neurodegeneratif.
Meskipun begitu, para ilmuwan menegaskan bahwa proses ini dapat diperlambat dengan memperbaiki pola tidur. Tidur cukup selama tujuh hingga sembilan jam, menghindari paparan gawai sebelum tidur, menjaga jadwal tidur yang konsisten, serta menciptakan suasana kamar yang gelap dan tenang dapat membantu otak kembali pulih secara optimal. Kebiasaan gaya hidup sehat seperti rutin bergerak, tidak mengonsumsi kafein terlalu malam, serta mengelola stres juga terbukti mendukung kualitas tidur yang lebih baik.
Penelitian ini menunjukkan bahwa penuaan otak bukan sesuatu yang sepenuhnya tidak bisa dikendalikan. Dengan memperhatikan kebiasaan tidur sehari-hari, risiko penuaan dini pada otak dapat ditekan, sekaligus menjaga fungsi kognitif tetap sehat hingga usia lanjut.





