Safe and Secure

Libur Nataru Berpotensi Diguyur Hujan Lebat, Ini Cara Berkendara Aman di Jalan Licin

Libur Natal dan Tahun Baru 2025 diprediksi dibayangi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia, sehingga pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan keterampilan berkendara demi keselamatan perjalanan.

Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi waktu favorit masyarakat untuk bepergian, baik mudik maupun berwisata. Namun, kondisi cuaca yang tidak bersahabat berpotensi menjadi tantangan serius di jalan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi di sejumlah wilayah selama periode liburan akhir tahun.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan bahwa hujan lebat dapat berdampak langsung pada keselamatan transportasi darat. Jalan yang basah dan licin, jarak pandang terbatas, serta potensi genangan air menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi pengendara.

“Saat hujan, jarak pandang menurun dan kondisi jalan menjadi licin. Pengguna jalan perlu lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima,” ujar Dwikorita dalam keterangan resmi BMKG.

Seiring meningkatnya volume kendaraan selama libur Nataru, Kepolisian juga mengingatkan pentingnya disiplin dan teknik berkendara yang tepat. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol. Aan Suhanan menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi akibat kurangnya kewaspadaan pengemudi saat menghadapi kondisi cuaca buruk.

“Hujan meningkatkan risiko kecelakaan karena jalan licin dan jarak pengereman lebih panjang. Kami mengimbau pengendara untuk menjaga jarak aman, tidak memacu kecepatan, dan menghindari manuver mendadak,” kata Aan dalam imbauan keselamatan Nataru.

Pentingnya Persiapan Kendaraan

Selain keterampilan pengemudi, kesiapan kendaraan menjadi faktor krusial dalam perjalanan saat hujan. Ban dengan kondisi tapak yang baik, tekanan angin sesuai standar, serta sistem pengereman yang optimal sangat berpengaruh pada daya cengkeram kendaraan di jalan basah. Fungsi lampu dan wiper juga perlu dipastikan bekerja maksimal untuk menjaga visibilitas.

Read More  74% Konsumen E-commerce Prioritaskan Kecepatan dan Ketepatan Pengiriman

Pengendara juga disarankan menyalakan lampu utama saat hujan, meskipun di siang hari, agar kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain.

Dalam kondisi hujan, pengemudi perlu menyesuaikan gaya berkendara. Mengurangi kecepatan, memperpanjang jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menghindari pengereman dan belokan mendadak dapat membantu menjaga stabilitas kendaraan. Saat melewati genangan air, pengendara disarankan melaju perlahan untuk mencegah aquaplaning, yaitu kondisi ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan.

Kakorlantas Polri juga mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca ekstrem.

“Jika hujan sangat lebat dan jarak pandang terbatas, lebih baik menepi di tempat aman dan menunggu kondisi membaik. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Aan.

Dengan potensi hujan lebat selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, kesiapan kendaraan, keterampilan berkendara, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kunci perjalanan yang aman. Mengantisipasi kondisi jalan licin dan cuaca ekstrem tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya, agar agenda liburan tetap berjalan lancar dan selamat sampai tujuan.

Back to top button