FintalkUpdate News

LinkedIn AI Diperkirakan Ciptakan 13 Juta Pekerjaan Baru di Dunia

Teknologi kecerdasan buatan (AI) di platform profesional LinkedIn diprediksi akan mendorong lahirnya 13 juta pekerjaan baru secara global dalam beberapa tahun ke depan.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara bekerja, tetapi juga membuka peluang baru di pasar tenaga kerja dunia. Laporan terbaru yang dirilis LinkedIn menyebutkan bahwa integrasi AI dalam ekosistem profesional dapat menciptakan sekitar 13 juta pekerjaan baru secara global dalam beberapa tahun ke depan, termasuk peluang besar di negara berkembang seperti Indonesia.

Laporan tersebut memperlihatkan bahwa adopsi AI di berbagai sektor mendorong kebutuhan akan keterampilan baru, terutama di bidang teknologi, data, dan manajemen digital. Profesi seperti analis data, insinyur AI, arsitek cloud, spesialis keamanan siber, hingga manajer proyek digital diperkirakan akan sangat diminati.

Menurut LinkedIn, AI juga mempercepat proses transformasi di industri tradisional seperti manufaktur, logistik, kesehatan, dan keuangan, yang membuka jendela kesempatan kerja baru sekaligus memperluas peran peran yang telah ada. Misalnya, teknologi AI dalam layanan pelanggan mengubah posisi frontline support menjadi peran baru yang lebih kompleks dan bernilai tinggi.

Hal ini sekaligus menjadi sinyal bagi negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat ekosistem talenta digital. Dengan jumlah pengguna internet yang terus meningkat, permintaan terhadap keterampilan berbasis AI diproyeksikan melonjak — membuka peluang karier yang lebih luas bagi generasi muda.

CEO LinkedIn dalam rilisnya menjelaskan bahwa peluang pekerjaan akibat AI tidak hanya berada di perusahaan teknologi besar, tetapi juga di sektor UMKM yang mulai mengadopsi alat digital untuk operasional mereka. “AI bukan sekadar ancaman penggantian tenaga kerja, tetapi juga katalisator penciptaan pekerjaan baru yang lebih tinggi nilainya,” tulis LinkedIn.

Read More  Astaga, Setiap Orang Indonesia Buang 180 Kg Makanan Sisa per Tahun

Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah kesiapan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan perubahan ini. LinkedIn menekankan pentingnya pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) agar pekerja dapat mengikuti dinamika pekerjaan yang terus berubah. Indonesia, dengan populasi pengguna digital yang besar, dinilai memiliki potensi besar untuk memanfaatkan momentum ini jika didukung kebijakan pendidikan dan pelatihan yang tepat.

Selain membuka peluang kerja baru, AI juga mendorong lahirnya profesi lintas disiplin, seperti etika AI, analis dampak sosial teknologi, hingga desainer pengalaman pengguna (UX) yang memahami interaksi manusia-mesin. Keterampilan semacam ini semakin dibutuhkan di era di mana teknologi dan manusia bekerja berdampingan.

Dengan estimasi 13 juta pekerjaan baru yang akan tercipta di seluruh dunia, integrasi AI dalam dunia profesional dapat menjadi peluang emas bagi pekerja dari berbagai latar belakang jika mereka mau beradaptasi dan mengembangkan diri.

Back to top button