Mandi Air Hangat atau Air Dingin, Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
Mandi dengan air hangat atau air dingin sama-sama memberikan manfaat kesehatan yang berbeda, sehingga pilihan terbaik sebenarnya tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan setiap orang
Mandi sudah menjadi bagian rutin dalam kehidupan sehari-hari, tapi tahukah Anda bahwa suhu air mandi bisa memberi sensasi dan manfaat yang berbeda bagi tubuh? Dari relaksasi hingga peningkatan kewaspadaan, mandi air hangat dan mandi air dingin memiliki keunggulan tersendiri yang dibuktikan oleh penelitian sains.
Mandi dengan air hangat dikenal luas dapat membantu tubuh merasa lebih santai dan rileks, terutama setelah seharian beraktivitas. Suhu air hangat membuat pembuluh darah melebar, sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar dan ketegangan otot berkurang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mandi air hangat juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur bila dilakukan sebelum waktu tidur, karena efek relaksasi yang ditimbulkannya.
Di sisi lain, mandi dengan air dingin memberikan sensasi segar dan dapat memicu respons fisiologis berbeda di tubuh. Paparan air dingin dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah sementara, memicu aktivasi sistem saraf simpatik yang bisa membantu meningkatkan kewaspadaan dan energi. Beberapa studi juga mengaitkan mandi air dingin dengan peningkatan metabolisme tubuh dan pembakaran kalori, serta merangsang aliran darah untuk membantu tubuh tetap hangat setelahnya.
Secara mental, mandi air dingin bisa memberikan efek âbangunâ yang kuat, membantu suasana hati menjadi lebih baik dan bahkan diduga memiliki kemampuan meredakan gejala mood rendah atau depresi ringan. Namun, perlu diingat bahwa paparan air yang terlalu dingin dan berlangsung lama dapat menyebabkan respons cold shock, yakni respons stres tubuh terhadap suhu ekstrem yang berisiko jika dilakukan berlebihan.
Meski demikian, mandi air hangat pun bukan tanpa sisi negatif. Air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan rambut, sehingga membuat kulit menjadi kering atau iritasi bila dilakukan terlalu sering atau intensitas panasnya berlebihan.
Mengenai pertanyaan mana yang lebih sehat, para ahli menekankan bahwa kedua jenis mandi tersebut sama-sama bermanfaat, asalkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing. Untuk mendapatkan manfaat optimal dari keduanya, ada pula saran praktis dari pakar: mandi awalnya dengan air hangat untuk melepas ketegangan, lalu akhiri dengan bilasan air dingin singkat guna membantu sirkulasi darah dan memberikan sensasi segar tanpa menyebabkan stres termal pada tubuh.
Intinya, mandi dengan air hangat maupun air dingin bukan soal mana yang paling unggul secara mutlak, melainkan bagaimana memilih suhu air yang paling sesuai dengan tujuan Anda â apakah untuk relaksasi, peningkatan energi, atau memulai hari dengan lebih segar.





