TechnoUpdate News

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Adiksi Gawai Turunkan Konsentrasi dan Kualitas Belajar Siswa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengingatkan adiksi penggunaan gawai dapat menurunkan konsentrasi, mengurangi waktu belajar, serta melemahkan interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah.

Penggunaan gawai yang semakin masif di kalangan pelajar menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai adiksi terhadap penggunaan gawai atau ponsel dapat berdampak buruk pada proses belajar siswa di sekolah, terutama karena memengaruhi fokus dan kualitas interaksi sosial.

Menurut Mu’ti, penggunaan gawai yang tidak terkontrol membuat anak lebih sulit berkonsentrasi saat mengikuti pelajaran. Selain itu, waktu belajar berkurang karena perhatian siswa teralihkan ke media sosial, gim, maupun konten hiburan digital lainnya.

“Kami melihat langsung di sekolah bahwa adiksi terhadap penggunaan gawai dapat berdampak buruk pada proses belajar,” kata Mu’ti dikutip dari video di akun Instagram @kemdikdasmen, Sabtu (28/3/2026).

Ia menambahkan, penggunaan gawai berlebihan juga berdampak pada menurunnya kualitas interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Anak cenderung lebih banyak berinteraksi dengan layar dibandingkan berkomunikasi secara langsung dengan teman sebaya maupun guru.

Padahal, interaksi sosial merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran karena membantu siswa mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, serta kerja sama. Ketika interaksi berkurang, perkembangan keterampilan sosial siswa juga berpotensi terhambat.

Meski demikian, pemerintah tidak menolak pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Gawai tetap dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran yang efektif jika digunakan secara bijak dan proporsional, misalnya untuk mengakses materi pelajaran, referensi akademik, maupun platform pembelajaran digital.

Karena itu, peran orang tua dan guru dinilai sangat penting dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak. Pendampingan yang tepat dapat membantu siswa memanfaatkan gawai secara produktif tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap prestasi akademik maupun perkembangan sosial.

Read More  Bitcoin Stabil di Awal Juni ini, Investor Tunggu Pemicu Baru

Sejumlah pakar pendidikan juga menilai literasi digital menjadi kunci agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara sehat. Dengan keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi di dunia nyata, proses belajar dapat berlangsung lebih optimal sekaligus mendukung perkembangan karakter siswa.

Back to top button