TechnoUpdate News

Mengapa Kuota Internet Hangus Tak Bisa Rollover atau Refund? Ini Penjelasannya

Banyak pelanggan bertanya-tanya mengapa kuota internet yang tidak terpakai akan hangus begitu saja tanpa bisa diperpanjang, da sejumlah alasan bisnis serta regulasi di balik kebijakan tersebut.

Keluhan soal kuota internet yang hangus setelah masa aktif berakhir sering muncul di kalangan pengguna layanan telekomunikasi prabayar. Banyak pelanggan mempertanyakan mengapa sisa kuota itu tidak bisa di-rollover ke periode berikutnya atau bahkan dikembalikan dalam bentuk refund.

Menurut pemerintah melalui Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni Supriyanto, alasan utama di balik kebijakan ini bukan sekadar aturan internal operator, tetapi mempertimbangkan beban teknis dan kapasitas jaringan secara keseluruhan. “Kewajiban rollover maupun refund secara umum berpotensi menimbulkan beban kapasitas dan biaya tambahan yang tidak terukur bagi penyelenggara komunikasi,” ujarnya dalam sidang uji materi Undang-Undang Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, beberapa waktu yang lalu.

Wayan memperingatkan bahwa jika semua kuota yang tersisa wajib di-rollover, itu berisiko menimbulkan ketidakpastian hukum dan beban biaya yang berat bagi operator telekomunikasi. Menurutnya, konsekuensi seperti kenaikan tarif, berkurangnya pilihan paket terjangkau, penurunan kualitas layanan, hingga terganggunya network planning bisa terjadi.

Sementara itu, dari sudut pandang kepentingan konsumen dan hukum, pakar kebijakan publik sekaligus mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Riant Nugroho, menyatakan bahwa kuota adalah bagian dari kesepakatan jual-beli yang sudah dibacakan dan disetujui oleh konsumen. Menurutnya, “pembelian pulsa dan kuota internet dilakukan dengan mekanisme pasar. Dalam mekanisme ini, antara pembeli dan penjual sudah ada kesepakatan untuk membeli produk yang dijual,” sehingga ketentuan masa aktif yang jelas menjadi syarat transaksi yang sah.

Read More  451 Perusahaan Siap Jalankan Program Magang Nasional 2025, Begini Cara Daftar dan Besaran Uang Saku Peserta

Ia menambahkan, kuota internet berbeda dengan produk lain seperti token listrik yang tidak memiliki masa aktif karena karakteristik dan mekanismenya berbeda. “Sehingga tidak bisa disamakan dengan sistem kuota internet yang memang berbasis waktu,” jelas Riant di Jakarta.

Dari sisi operator, sebagian perusahaan juga memberikan ulasan bahwa kebijakan masa aktif dan rollover harus disesuaikan dengan model bisnis dan kemampuan jaringan. Beberapa operator global bahkan menerapkan rollover dengan catatan tertentu atau hanya pada paket khusus. Ini menunjukkan bahwa konsep rollover bisa jadi opsi, tetapi setiap operator punya pertimbangan berbeda dalam penerapannya.

Kesimpulannya, kuota internet yang tidak terpakai tetap dianggap sebagai hak penggunaan jaringan untuk jangka waktu tertentu, bukan sekadar hak kepemilikan volume data tanpa batas waktu. Pertimbangan teknis jaringan, biaya operasional, serta kesepakatan kontrak layanan menjadi dasar kuat kebijakan ini — sekaligus tantangan besar jika ada tuntutan agar rollover atau refund diwajibkan.

Back to top button