HealthcareUpdate News

Menkes Budi Gunadi Sadikin Minta KPK Selidiki Dugaan Korupsi Sistemik Penyebab Harga Obat Mahal

Menteri Kesehatan menyebut harga obat di Indonesia bisa tiga hingga lima kali lebih mahal dibanding Malaysia dan menduga ada praktik korupsi sistemik dalam ekosistem industri kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti mahalnya harga obat di Indonesia yang disebut bisa mencapai tiga hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia. Kondisi tersebut dinilai tidak wajar sehingga pemerintah meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri penyebabnya.

Pernyataan itu disampaikan Menkes saat acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan KPK terkait penguatan upaya pemberantasan korupsi di sektor kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, Budi menyinggung keluhan masyarakat mengenai harga obat yang jauh lebih mahal dibandingkan negara lain.

Menurut Budi, selisih harga yang terlalu besar tersebut tidak mungkin hanya disebabkan oleh pajak. Ia menilai ada faktor lain yang belum terungkap secara terbuka di dalam rantai distribusi obat. “Pajak hanya sekitar 20–30 persen, tidak mungkin membuat harga obat menjadi lima kali lipat,” ujarnya.

Karena itu, ia menduga ada potensi korupsi sistemik dalam industri kesehatan yang melibatkan banyak pihak dalam ekosistem pelayanan kesehatan, mulai dari regulator, rumah sakit, dokter, perusahaan farmasi, hingga sistem asuransi kesehatan. Pemerintah berharap praktik yang tidak transparan dalam industri tersebut dapat dibenahi.

Budi juga meminta KPK membantu tidak hanya membersihkan institusi pemerintah, tetapi juga merapikan tata kelola industri kesehatan secara keseluruhan. Dengan perbaikan sistem, diharapkan harga obat di Indonesia dapat menjadi lebih wajar dan terjangkau bagi masyarakat.

Menanggapi pernyataan tersebut, KPK menyatakan siap bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pencegahan korupsi di sektor kesehatan. Jika dalam proses penyelidikan ditemukan indikasi tindak pidana korupsi, lembaga antirasuah itu menegaskan akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Read More  Australia Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Bermedsos, Apakah Indonesia Perlu Ikut?

Isu mahalnya harga obat memang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Perbedaan harga yang signifikan dibanding negara lain menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, regulasi, serta tata kelola industri farmasi di Indonesia.

Back to top button