HealthcareUpdate News

Minuman Manis Tak Cuma Picu Diabetes, Juga Bikin Tulang Keropos

Kebiasaan minum minuman manis memang dikenal meningkatkan risiko diabetes, kebiasaan ini juga punya dampak lain yakni pengeroposan tulang.

Minuman manis menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Mulai dari kopi susu dengan tambahan sirup sampai minuman ringan berkarbonasi, rasa manis selalu jadi favorit. Namun, para ahli kesehatan terus mengingatkan bahwa konsumsi minuman manis berlebihan bukan sekadar berpengaruh pada kadar gula darah — ada konsekuensi lain yang lebih jarang dibicarakan, yakni penurunan kepadatan tulang atau pengeroposan tulang (osteoporosis).

Minuman manis umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah besar, termasuk fruktosa tinggi yang dapat mengganggu proses metabolisme tubuh. Pola makan tinggi gula sering dikaitkan dengan penurunan fungsi hormon yang memengaruhi pembentukan dan pemeliharaan tulang. Ketika insulin dan hormon lain terganggu oleh gula yang berlebihan, tubuh kian sulit menyerap kalsium — mineral penting bagi kekuatan dan kepadatan tulang.

Selain itu, konsumsi minuman manis sering menggantikan minuman sehat seperti air putih atau susu, yang seharusnya memberi nutrisi penting untuk tulang seperti kalsium dan vitamin D. Dengan berkurangnya asupan zat gizi pendukung tulang, risiko tulang menjadi rapuh dan mudah patah meningkat seiring waktu. Kombinasi gula tinggi dan kekurangan nutrisi ini secara bertahap menempatkan tubuh pada kondisi yang memicu osteoporosis lebih dini.

Dokter spesialis endokrinologi menjelaskan bahwa diabetes dan gangguan metabolik yang dipicu oleh kebiasaan minum manis berlebihan ternyata memiliki hubungan yang kompleks dengan kesehatan tulang. Menurut mereka, glukosa darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan peradangan sistemik dan merusak sel-sel pembentuk tulang (osteoblas). “Diabetes yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak buruk bagi struktur tulang karena fluktuasi gula darah memengaruhi hormon yang menjaga keseimbangan pembentukan dan kerusakan tulang,” ujar mereka dalam sesi edukasi kesehatan.

Read More  Jumlah Aset Kripto Resmi di Indonesia Dikurangi, Tokocrypto Apresiasi Langkah Regulator

Kebiasaan minum minuman manis juga sering terjadi bersamaan dengan pola hidup lain yang kurang sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik dan asupan makanan kaya kalsium. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, latihan beban, dan olahraga teratur terbukti membantu mempertahankan massa tulang. Ketika pola hidup sehat diabaikan, risiko gangguan tulang semakin tinggi.

Masyarakat diimbau untuk mulai mengurangi konsumsi minuman tinggi gula dan beralih ke pilihan yang lebih sehat seperti air putih, infused water, atau susu rendah gula. Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin termasuk cek kadar gula darah dan kepadatan tulang dapat membantu mendeteksi risiko sejak dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal.

Minum manis memang memberi kenikmatan sesaat, tetapi dampaknya bisa bertahan lebih lama. Dengan memahami risiko kesehatan yang lebih luas — dari diabetes hingga pengeroposan tulang — masyarakat dapat lebih bijak memilih pola konsumsi yang mendukung kesehatan jangka panjang.

Back to top button