Safe and SecureUpdate News

Motor Bisa Terbakar Saat Kecelakaan, Ini Penyebabnya: Belajar dari Kasus RX-King di Bogor

Sebuah motor Yamaha RX-King terbakar setelah menabrak ambulans di Bogor — peristiwa ini menunjukkan bahwa kecelakaan dapat memicu kebakaran kendaraan

Sebuah motor klasik Yamaha RX-King terbakar di Jalan Raya Tajur, Bogor, setelah menabrak ambulans yang berhenti di pinggir jalan. Api berkobar dengan cepat dari bagian mesin motor, sementara pengendara diduga melarikan diri setelah kejadian. Kebakaran pada kendaraan setelah kecelakaan bukan hal luar biasa, tetapi memiliki mekanisme yang bisa dijelaskan secara ilmiah dan teknis.

Pakar keselamatan berkendara dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, pernah menjelaskan kepada media bahwa kecelakaan bisa memicu kebakaran ketika tiga elemen utama — udara, bahan mudah terbakar dan panas — bersatu pada kondisi yang tepat. “Dalam kecelakaan, benturan keras dapat merusak tangki bahan bakar atau saluran bensin sehingga bensin bocor. Ketika bocorannya menyentuh bagian yang panas atau ada percikan, itu sudah menjadi campuran yang sangat mudah terbakar,” ujar Jusri.

Penjelasan ini sejalan dengan temuan pakar otomotif lainnya. Kebocoran bahan bakar akibat tangki atau saluran pecah saat benturan keras membuat bensin menyebar di area mesin yang panas. Jika bensin bertemu sumber panas atau percikan — misalnya dari sistem kelistrikan yang rusak — api bisa langsung menyala.

Selain kebocoran bahan bakar, sistem kelistrikan yang rusak bisa menjadi sumber percikan unggun api. Saat kecelakaan, kabel yang terkelupas atau komponen listrik yang terbuka bisa menimbulkan korsleting listrik. Percikan dari korsleting ini sangat mudah menyalakan uap bensin atau oli yang bocor di sekitar mesin.

Read More  Guardian Run 2025 Siap Digelar, Target 8.000 Pelari Meriahkan Ajang Lari Sehat

Dengan posisi tangki dan saluran bahan bakar yang relatif tinggi di sepeda motor, dibanding mobil yang memiliki struktur pelindung lebih tebal, motor seperti Yamaha RX-King lebih rentan terhadap kerusakan tangki. Kondisi ini membuat risiko kebakaran lebih besar setelah benturan keras.

Untuk mengurangi risiko kebakaran kendaraan pasca kecelakaan, berikut beberapa saran penting:

  • Periksa dan lakukan perawatan secara rutin terhadap sistem bahan bakar dan kelistrikan kendaraan. Kebocoran kecil atau kabel aus yang tidak ditangani dapat memperbesar risiko saat terjadi benturan.
  • Jika terjadi kecelakaan dan tercium bau bensin kuat, segera menjauh dari kendaraan. Hindari menyalakan mesin atau merokok di dekat area kebocoran.
  • Gunakan komponen pengaman pada tangki jika tersedia untuk jenis motor tertentu agar lebih terlindungi dari benturan langsung.

Kasus motor RX-King yang terbakar di Bogor menjadi pengingat bahwa kecelakaan tidak hanya berdampak pada benturan fisik, tetapi juga bisa memicu kebakaran jika unsur bahan bakar dan percikan api bertemu dalam situasi yang tidak terduga.

Back to top button