HealthcareUpdate News

Olahraga Saat Puasa, Ini Kata Dokter dan Waktu Terbaik agar Tetap Bugar

Olahraga saat berpuasa tetap aman dilakukan selama Ramadan, asalkan memperhatikan waktu, intensitas, dan kondisi tubuh menurut para dokter spesialis.

Berpuasa bukan berarti tubuh harus berhenti bergerak. Justru, aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kebugaran, metabolisme, dan kesehatan mental selama Ramadan. Pertanyaannya, apakah aman berolahraga dalam kondisi perut kosong?

Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Michael Triangto, dalam berbagai wawancara edukasi kesehatan di media nasional menjelaskan bahwa olahraga saat puasa tetap diperbolehkan selama dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Ia menekankan bahwa saat puasa tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dan energi selama berjam-jam, sehingga latihan berat di siang hari berisiko menyebabkan dehidrasi dan penurunan tekanan darah. Karena itu, pemilihan waktu dan jenis olahraga menjadi kunci.

Hal senada juga disampaikan oleh dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. dr. Ari menyarankan agar masyarakat memilih waktu olahraga yang lebih aman.

Menurutnya, waktu terbaik untuk berolahraga adalah menjelang berbuka puasa atau setelah berbuka. Jika dilakukan sebelum berbuka, tubuh bisa segera mendapatkan cairan dan nutrisi setelah selesai beraktivitas. Sementara jika dilakukan setelah berbuka, energi sudah kembali terisi sehingga risiko lemas lebih kecil.

Secara medis, saat puasa tubuh akan menggunakan cadangan glikogen sebagai sumber energi, lalu beralih ke pembakaran lemak. Kondisi ini sebenarnya dapat membantu proses metabolisme tetap aktif. Namun, tubuh juga lebih sensitif terhadap kehilangan cairan.

Jenis olahraga yang direkomendasikan saat puasa antara lain jalan santai, yoga, stretching, bersepeda ringan, atau latihan kekuatan dengan beban rendah. Sebaliknya, olahraga intensitas tinggi seperti lari jarak jauh di bawah terik matahari sebaiknya dihindari, terutama bagi pemula.

Read More  DANA Masuk Daftar World’s Top Fintech Companies 2025, Bukti Inovasi dan Kepercayaan Pengguna

Para ahli juga mengingatkan untuk memperhatikan tanda-tanda tubuh. Jika muncul pusing, mual, keringat dingin, atau jantung berdebar tidak normal, sebaiknya segera menghentikan aktivitas.

Bagi penderita diabetes, gangguan jantung, atau tekanan darah rendah, konsultasi dengan dokter sebelum rutin berolahraga saat puasa sangat dianjurkan.

Dengan pengaturan yang tepat, olahraga saat puasa tidak hanya aman, tetapi juga membantu menjaga stamina, mengontrol berat badan, serta meningkatkan suasana hati selama Ramadan.

Back to top button