Presiden Prabowo Targetkan Kecepatan Internet Nasional 100 Mbps pada 2029, Ini Manfaatnya bagi Rakyat
Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius peningkatan kecepatan internet Indonesia hingga mencapai 100 megabit per detik (Mbps) pada 2029 sebagai bagian dari upaya transformasi digital nasional
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah mendorong percepatan konektivitas digital nasional dengan target kecepatan internet rata-rata mencapai 100 Mbps pada 2029. Target ini tertuang dalam Rencana Strategis Komdigi periode 2025â2029, yang mengatur peningkatan kualitas jaringan internet secara bertahap dari sekitar 50 Mbps pada 2025 menuju 60 Mbps pada 2026, 75 Mbps pada 2027, 90 Mbps pada 2028 hingga 100 Mbps empat tahun kemudian.
Peningkatan kecepatan internet menjadi perhatian serius karena saat ini Indonesia masih berada di posisi yang relatif rendah dalam peringkat global kecepatan internet, di mana layanan mobile broadband nasional sering tertinggal dibandingkan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.
Target 100 Mbps tersebut diharapkan tidak hanya soal angka, tetapi memiliki beragam manfaat langsung bagi rakyat Indonesia, terutama dalam mewujudkan pemerataan akses digital. Dengan kecepatan tinggi, proses belajar mengajar daring menjadi lebih mulus, layanan kesehatan dan administrasi pemerintahan berbasis digital dapat diakses tanpa hambatan, serta UMKM dan pelaku ekonomi kreatif memiliki peluang lebih besar untuk terhubung dengan pasar global.
Tak hanya itu, percepatan internet juga membuka peluang kerja baru di sektor teknologi dan kreatif, memperkuat ekosistem ekonomi digital yang tengah tumbuh pesat di tanah air. Akses internet cepat dapat mempercepat transformasi digital sekolah, kampus, dan pusat layanan publik di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), sehingga kualitas layanan dasar kepada masyarakat meningkat.
Pemerintah pun tak hanya fokus pada kecepatan semata, tetapi juga pada pemerataan. Infrastruktur digital yang lebih cepat di semua wilayah diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses antara perkotaan dan pedesaan, memberikan kesempatan yang lebih adil bagi seluruh lapisan masyarakat untuk merasakan manfaat konektivitas digital.
Meski ambisi ini menghadapi tantangan teknis dan investasi besar, langkah strategis seperti pengelolaan spektrum frekuensi radio yang lebih efisien dan perluasan jaringan broadband menjadi fokus utama pemerintah dalam beberapa tahun ke depan. Komitmen ini menunjukkan bahwa akses internet cepat bukan hanya soal kebutuhan teknologi, tetapi juga pondasi penting bagi pembangunan ekonomi dan kualitas hidup rakyat Indonesia di era digital.





