Pria atau Wanita, Siapa Lebih Jago Menabung? Ini Faktanya
Survei dan data riset terbaru menunjukkan bahwa perbedaan jumlah tabungan antara pria dan wanita lebih dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi
Tren tabungan antara pria dan wanita kembali menjadi perhatian publik setelah data terbaru menunjukkan adanya kesenjangan mencolok dalam jumlah simpanan di luar negeri, yang mencerminkan fenomena serupa yang juga relevan di Indonesia. Survei global yang dirilis pada tahun 2025 menunjukkan bahwa **wanita rata-rata memiliki total tabungan sekitar 105.498,50 dollar AS, sedangkan **pria mencapai sekitar 195.156,20 dollar AS â hampir dua kali lipat lebih banyak dibanding wanita.
Di balik angka tersebut, bukan berarti pria otomatis lebih âpandaiâ dalam menabung. Para ahli menggarisbawahi bahwa perbedaan ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor struktural seperti kesenjangan upah, interupsi karier, dan tanggung jawab sosial yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Data juga menunjukkan bahwa bagian besar responden wanita merasa tidak puas dengan jumlah tabungan mereka. Sekitar 40 persen wanita mengaku sangat tidak puas atau sangat tidak puas dengan saldo tabungan mereka, jauh lebih tinggi dibandingkan 28 persen responden pria. Lebih dari separuh wanita dalam survei menyatakan bahwa mereka menabung lebih sedikit pada 2024 dibandingkan 2023, sementara pria yang mengalami penurunan tabungan berada di angka yang lebih rendah.
Namun, akar dari ketimpangan ini bukan semata soal disiplin finansial individu. Survei dan analisis riset menyebutkan bahwa kesenjangan pendapatan antara pria dan wanita, di mana wanita secara rata-rata hanya memperoleh sekitar 85 persen dari pendapatan pria, membuat ruang untuk menabung menjadi lebih sempit bagi banyak perempuan.
Selain itu, peran ganda yang sering diemban wanita â seperti mengambil cuti untuk merawat anak atau orang tua lanjut usia â turut berdampak pada kemampuan wanita dalam menabung atau berkontribusi pada tabungan jangka panjang.
Ahli keuangan menekankan bahwa pendidikan literasi finansial juga berperan penting dalam membentuk kebiasaan menabung yang sehat. Beberapa riset akademik menunjukkan bahwa literasi finansial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap perilaku menabung, termasuk pada variasi berdasarkan gender, meskipun dampaknya kadang berbeda antara laki-laki dan perempuan.
Meskipun data utama berasal dari survei luar negeri, tren kesenjangan tabungan gender ini relevan bagi masyarakat Indonesia. Tantangan struktural seperti upah yang lebih rendah, tanggung jawab sosial yang tidak setara, serta akses terhadap instrumen investasi dan perencanaan jangka panjang tetap menjadi faktor penting yang membentuk perilaku menabung di berbagai negara.





