Program Keluarga Cemara di Semarang, Cegah Stunting Sejak Dini
Semarang memperkenalkan Program Keluarga Cemara sebagai daycare inovatif yang menggabungkan edukasi gizi dan pengasuhan keluarga untuk menekan angka stunting dengan pendekatan holistik.
Program Keluarga Cemara, sebuah inisiatif daycare interaktif di Kota Semarang, diluncurkan dengan tujuan mencegah stunting melalui edukasi gizi dan pengasuhan yang menyeluruh. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meresmikan program ini di Aula Puskesmas Kedungmundu dan menyampaikan bahwa “Keluarga Cemara merupakan program kolaborasi dari berbagai macam stakeholder. Ada dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas Pendidikan, Disdalduk, hingga DP3A”.
Keluarga Cemara, akronim dari Keluarga Khusus untuk Cegah Stunting dan Masalah Gizi Terintegrasi, tidak hanya memberikan pengasuhan harian bagi balita, tetapi juga menyelenggarakan kelas edukasi interaktif, pemeriksaan kesehatan, hingga penyediaan suplemen gizi. Program ini menjadi elemen penting dari lima aksi cepat (Quick Wins) yang digagas Kemendukbangga pada tahun 2025.
Semarang telah mencatat angka stunting balita sekitar 2,112 anak atau 2,77% pada Agustus 2025âmenunjukkan keberhasilan dalam menekan prevalensi. Di tengah prestasi ini, Wali Kota mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga: “Untuk menyelesaikan masalah stunting di Kota Semarang, kami sadar tidak bisa sendiri, harus bekerja sama. Tidak hanya oleh pemerintah kota, tetapi juga seluruh masyarakat dan juga ada pihak ketiga (swasta)”.
Gaya pendekatan ini bukan sekadar soal pendidikan dan kesehatan, melainkan juga menyentuh infrastruktur sanitasi. Agustina Wilujeng menekankan: “Tidak hanya soal kesehatan, tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga ada soal sanitasi yang berkaitan dengan infrastruktur. Ini juga harus diselesaikan. Sama-sama bareng-bareng gotong royong menuju zero stunting”.
Secara nasional, tajuk penurunan stunting terus menjadi prioritas. Prevalensi turun menjadi 19,8% pada 2024, namun Indonesia masih mengejar target 14,2% pada 2029. Program skala mikro seperti Keluarga Cemara menjadi contoh konkret bagaimana intervensi sejak dini dapat mempercepat perubahan nyata dalam tumbuh kembang generasi mendatang.





