HealthcareUpdate News

Rumania Laporkan Dua Kasus Kusta Baru, Terkait Pekerja Migran Indonesia, Bagaimana Situasi Kusta di RI dan Cara Pencegahannya?

Rumania mencatat dua kasus kusta baru — kasus pertama dalam lebih dari 40 tahun — yang melibatkan pekerja migran asal Indonesia, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit yang masih terjadi di Tanah Air.

Rumania, negara di Eropa Tenggara, baru-baru ini menemukan dua kasus kusta atau Hansen’s disease pada terapis pijat asal Indonesia di kota Cluj, yang menjadi kasus kusta terkonfirmasi pertama di negara tersebut sejak lebih dari 40 tahun lalu. Keduanya, berusia 21 dan 25 tahun, kini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, sejumlah orang lain yang kontak dekat dengan pasien masih diperiksa untuk memastikan apakah ada penularan lanjutan.

Kementerian Kesehatan Rumania dan otoritas medis setempat menegaskan bahwa transmisi kusta membutuhkan kontak yang sangat lama dan intens, sehingga risiko bagi masyarakat umum tetap rendah. Kebijakan penutupan sementara tempat kerja dan investigasi epidemiologis sedang dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penyebaran lebih luas.

Kasus ini langsung menarik perhatian karena Rumania sudah lama tidak melaporkan penyakit ini, menjadikannya sorotan media dan pakar kesehatan global. Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa temuan ini penting untuk ditindaklanjuti, termasuk menelusuri pola penularan dan riwayat kontak pasien, terutama mengingat satu dari pasien sempat merawat anggota keluarga dengan kusta sebelum bekerja di luar negeri.

Sementara itu, kondisi kusta di Indonesia masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat sekitar 10.450 kasus baru penyakit kusta yang tersebar di 38 provinsi, termasuk wilayah yang terdampak bencana dan daerah endemis. Indonesia saat ini masuk dalam tiga negara dengan jumlah kasus kusta terbanyak di dunia bersama Brasil dan India.

Read More  Moxa Tawarkan Solusi Keuangan Praktis dan Terjangkau

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, bakteri yang menyerang kulit dan saraf perifer, dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan kecacatan permanen. Meskipun Indonesia telah mencapai status eliminasi nasional (prevalensi kurang dari 1 per 10.000 penduduk), masih terdapat provinsi dan kabupaten/kota yang belum mencapai target eliminasi, sehingga kasus terus ditemukan setiap tahun.

Gejala awal kusta seringkali muncul secara bertahap dan bisa sulit dikenali tanpa pemeriksaan medis. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain bercak kulit yang mati rasa, perubahan sensasi nyeri atau suhu pada area tertentu, kelemahan otot, dan kelumpuhan pada tangan atau kaki. Karena masa inkubasi kusta bisa lama, yakni rata-rata 3–5 tahun, kegiatan deteksi dini menjadi sangat penting.

Pencegahan penularan kusta dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana tetapi efektif. Pertama, mendeteksi dan mengobati kasus lebih awal sangat krusial agar individu yang terinfeksi mendapatkan terapi yang tepat dan tidak menyebarkan bakteri ke orang lain. Terapi multidrug (multidrug therapy/MDT) telah terbukti efektif menyembuhkan penyakit ini dan tersedia secara gratis di fasilitas kesehatan yang ditunjuk pemerintah.

Kedua, menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan serta menghindari kontak yang berlarut-larut dengan penderita yang belum mendapat pengobatan adalah kunci pencegahan. Pendidikan masyarakat tentang gejala kusta dan stigma yang menyertainya juga membantu mendorong orang untuk lebih cepat mencari pemeriksaan medis.

Para pakar kesehatan menekankan pentingnya kerja sama antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk melakukan skrining komunitas di daerah endemis, serta memperluas akses layanan kesehatan primer sehingga kasus dapat terdeteksi sejak dini. Perhatian terhadap migrasi tenaga kerja juga perlu ditingkatkan melalui pemantauan kesehatan pra-kerja dan edukasi bagi pekerja migran.

Read More  Kemenkes: 24% Pria Dewasa di Atas 45 Tahun Berisiko Kanker Usus, Begini Cara Deteksi Dini dan Pencegahannya

Kasus yang terjadi di Rumania mengingatkan bahwa meskipun kusta jarang ditemui di Eropa, penyakit ini masih berdampak di populasi tertentu dan tetap menjadi bagian dari tantangan global. Deteksi cepat, pengobatan tepat, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat merupakan langkah penting untuk mencegah penularan dan mengurangi dampak penyakit ini baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Back to top button