HealthcareUpdate News

Es Teh Manis atau Teh Hangat, Mana Lebih Baik untuk Berbuka Puasa? Ini Penjelasannya

Teh manis sering menjadi minuman favorit saat berbuka puasa. Namun banyak orang bertanya-tanya, lebih baik minum es teh manis atau teh hangat saat berbuka?

Berbuka puasa identik dengan minuman manis yang menyegarkan, salah satunya teh manis. Di banyak rumah maupun warung takjil, es teh manis hampir selalu tersedia sebagai menu pembuka setelah seharian menahan haus dan lapar.

Namun muncul pertanyaan yang sering dibahas setiap Ramadan: lebih baik minum es teh manis atau teh hangat saat berbuka puasa?

Spesialis gizi klinik dr. Davie Muhammad, SpGK, menjelaskan bahwa dari sisi kalori sebenarnya tidak ada perbedaan antara teh manis hangat dan es teh manis. Keduanya memiliki kandungan energi yang sama selama jumlah gula yang digunakan juga sama.

Menurutnya, faktor yang paling menentukan bukan suhu minuman, melainkan jumlah gula yang ditambahkan ke dalam teh. Semakin banyak gula yang digunakan, maka semakin tinggi pula kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Karena itu, dr. Davie mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan menambahkan gula dalam minuman berbuka. Secara umum, konsumsi gula yang dianjurkan sekitar 50 gram atau setara empat sendok makan per hari.

Jika dikonsumsi berlebihan, minuman manis saat berbuka dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat setelah seharian berpuasa. Kondisi ini kerap membuat tubuh terasa mengantuk, lemas, bahkan mudah lapar kembali setelah makan.

Selain memperhatikan kadar gula, suhu minuman juga sebaiknya tidak terlalu ekstrem. Beberapa ahli menyarankan minuman hangat atau suhu ruang terlebih dahulu agar tubuh dapat beradaptasi setelah berpuasa sepanjang hari. Minuman yang terlalu dingin bisa membuat tenggorokan yang kering menjadi tidak nyaman atau memicu batuk pada sebagian orang.

Read More  Lebih Banyak Anak Sakit Gigi daripada Hipertensi, Menkes Dorong Edukasi Sejak Dini

Sebagai alternatif yang lebih sehat, dokter gizi menyarankan memulai berbuka dengan makanan ringan yang mengandung air dan gula alami, seperti buah atau kurma. Tiga hingga empat butir kurma dinilai cukup untuk membantu memulihkan energi awal sebelum melanjutkan dengan makanan utama.

Setelah itu, teh manis tetap boleh dikonsumsi, baik dalam kondisi hangat maupun dingin, selama kadar gula tidak berlebihan.

Pada akhirnya, pilihan antara es teh manis atau teh hangat saat berbuka kembali pada selera masing-masing. Yang paling penting adalah menjaga keseimbangan asupan gula dan tidak berlebihan agar tubuh tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Back to top button