Sarapan Jadi Kunci Diet Tinggi Serat, Ini Cara Ahli Gizi Menurunkan Kolesterol
Sarapan dengan menu tinggi serat bukan sekadar bikin kenyang, tetapi juga menjadi strategi penting dalam menurunkan kadar kolesterol secara alami, menurut para ahli gizi.
Sarapan kerap dianggap sebagai waktu makan paling sederhana, namun justru memegang peran penting dalam menjaga kesehatan jantung. Ahli gizi menilai, kebiasaan mengonsumsi sarapan tinggi serat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), sekaligus mendukung metabolisme tubuh sepanjang hari.
Serat, khususnya serat larut, bekerja dengan cara mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga mencegahnya diserap ke dalam aliran darah. Jenis serat ini banyak ditemukan dalam makanan seperti oatmeal, gandum utuh, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang umum dijadikan menu sarapan.
Ahli gizi Eleana Kaidanian menegaskan bahwa asupan serat yang cukup seharusnya menjadi bagian dari pola makan harian, terutama bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi. âSerat dalam biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran dikenal membantu mengurangi kolesterol dan harus menjadi bagian dari variasi diet sehari-hari,â ujar Kaidanian. Pernyataan tersebut menegaskan peran penting serat sebagai komponen utama diet sehat untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
Oatmeal menjadi salah satu contoh sarapan tinggi serat yang banyak direkomendasikan. Kandungan beta-glukan di dalamnya terbukti efektif membantu menurunkan penyerapan kolesterol di usus. Selain itu, menu seperti roti gandum dengan alpukat, smoothie buah dengan yogurt rendah lemak, serta yogurt yang dipadukan dengan kacang almond atau kenari juga dapat menjadi pilihan sarapan sehat untuk mendukung kesehatan jantung.
Buah-buahan seperti apel, pisang, dan beri tidak hanya kaya serat, tetapi juga mengandung antioksidan yang baik untuk pembuluh darah. Sementara itu, tambahan lemak sehat dari alpukat atau kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL).
Sebaliknya, ahli gizi mengingatkan agar menghindari sarapan tinggi gula dan lemak jenuh, seperti donat, pastry, atau makanan cepat saji. Jenis makanan ini justru dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan mengurangi manfaat diet tinggi serat yang dijalankan.
Para ahli menekankan bahwa keberhasilan menurunkan kolesterol tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan, tetapi pada konsistensi pola makan sehat yang dibarengi dengan aktivitas fisik rutin, cukup minum air, dan pengelolaan stres. Dengan memulai hari lewat sarapan tinggi serat, langkah awal menuju kesehatan jantung yang lebih baik bisa dimulai sejak pagi.





