FintalkUpdate News

SEEK Ungkap Tren Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik, Indonesia Jadi Hotspot Utama

SEEK memperingatkan lonjakan penipuan lowongan kerja di kawasan Asia Pasifik, dan menunjuk Indonesia sebagai salah satu pusat penipuan terbesar yang mengancam pencari kerja.

Perusahaan platform pekerjaan SEEK merilis data terbaru yang mengungkap bahwa penipuan lowongan kerja di wilayah Asia Pasifik semakin marak. Menariknya, Indonesia muncul sebagai salah satu titik panas (hotspot) kegiatan penipuan ini, menyaingi negara-negara lainnya di kawasan. Fenomena ini disebabkan oleh tingginya volume pencari kerja, penggunaan platform online yang masif, dan rendahnya literasi digital di sebagian populasi.

Menurut data yang dikemukakan oleh SEEK, penipu bekerja dengan memasang lowongan palsu yang tampak sangat menawan — gaji tinggi, pekerjaan jarak jauh, dan janji karier cepat. Namun, ketika pencari kerja merespons, mereka diminta membayar “biaya administrasi”, “pelatihan” atau bahkan data pribadi sensitif. Jika korban tidak hati-hati, konsekuensinya bisa berat: kehilangan uang, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Data dari JobStreet juga mendukung temuan ini. Dilaporkan bahwa Indonesia adalah pusat penipuan lowongan terbesar di Asia Pasifik, dengan laporan terbanyak dari para pencari kerja di dalam negeri. Strategi penipuan yang digunakan sangat variatif dan makin canggih, memanfaatkan teknologi komunikasi modern agar korban percaya bahwa tawaran pekerjaan itu sah.

Menanggapi temuan ini, SEEK menyerukan agar pemerintah, platform pekerjaan, dan lembaga swadaya masyarakat bekerja sama untuk memperketat regulasi dan meningkatkan edukasi literasi digital di kalangan pencari kerja. Salah satu saran dari SEEK adalah penerapan verifikasi identitas bagi setiap pengiklan pekerjaan di platform daring—misalnya dengan meminta dokumen resmi seperti NPWP, KTP, atau surat izin usaha—sebelum memasang lowongan kerja di situs.

Read More  Komunitas HR-OD Transform Kembali Gelar Webinar: Pentingnya Evaluasi Level 3 dalam Pelatihan Perusahaan

Selain itu, SEEK merekomendasikan penggunaan sistem rating dan review independen bagi perusahaan yang memasang lowongan. Pencari kerja bisa mengecek ulasan dari pencari kerja sebelumnya, serta melihat profil perusahaan di luar platform pekerjaan agar dapat menilai validitas tawaran kerja. Melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan, SEEK juga mengusulkan pembuatan mekanisme pelaporan penipuan dan perlindungan bagi korban. Sistem ini bisa berupa hotline atau kanal khusus di aplikasi platform pekerja yang melayani laporan kecurangan lowongan.

Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab platform, tetapi juga pengguna. Pencari kerja diimbau untuk selalu melakukan riset sebelum merespons lowongan: memeriksa situs resmi perusahaan, mengecek keberadaan alamat kantor, serta berhati-hati jika diminta membayar uang di muka. SEEK juga menyarankan agar pencari kerja hanya memberi data terbatas saat apply—misalnya CV dan portofolio saja terlebih dahulu—dan menunggu wawancara resmi melalui video call sebelum memberikan informasi sensitif.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal bisa memegang peran penting di ranah edukasi. Caranya bisa melalui workshop literasi digital dan keamanan siber di sekolah, kampus, dan pusat komunitas yang menargetkan tenaga kerja muda. Dengan kolaborasi yang kuat antara platform pekerjaan, pemerintah, dan masyarakat, harapannya tren penipuan lowongan kerja bisa ditekan dan pencari kerja di Indonesia dapat lebih terlindungi.

Back to top button