Sering Melewatkan Sahur Saat Puasa? Dokter Ingatkan Dampaknya bagi Kesehatan
Sahur menjadi waktu penting untuk mengisi energi selama berpuasa, sehingga melewatkannya bisa berdampak pada kondisi tubuh sepanjang hari.
Sahur merupakan salah satu momen penting saat menjalani ibadah puasa. Pada waktu inilah tubuh mendapatkan asupan energi dan cairan yang dibutuhkan untuk bertahan hingga waktu berbuka.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang memilih melewatkan sahur, baik karena bangun kesiangan, merasa tidak lapar, atau sengaja ingin menurunkan berat badan. Padahal kebiasaan tersebut bisa berdampak pada kesehatan tubuh selama berpuasa.
Spesialis penyakit dalam dr. Rudy Kurniawan, SpPD menjelaskan bahwa melewatkan sahur dapat membuat tubuh kekurangan energi saat beraktivitas di siang hari.
“Melewatkan sahur dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah), lemas, sulit berkonsentrasi, serta dehidrasi, terutama jika aktivitas tetap tinggi,” ujar dr. Rudy.
Kondisi hipoglikemia terjadi ketika kadar gula dalam darah turun terlalu rendah. Hal ini dapat menimbulkan berbagai gejala seperti pusing, tubuh terasa lemah, hingga sulit fokus saat bekerja atau belajar.
Selain itu, tidak sahur juga berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi. Tanpa asupan cairan yang cukup sejak dini hari, tubuh akan lebih cepat kehilangan cairan saat menjalani aktivitas sepanjang hari.
Bagi orang yang memiliki riwayat gangguan lambung seperti maag atau GERD, melewatkan sahur juga dapat memperparah keluhan. Lambung yang kosong dalam waktu lama dapat memicu peningkatan asam lambung sehingga menimbulkan rasa perih atau tidak nyaman di perut.
Karena itu, para dokter menyarankan agar masyarakat tetap menyempatkan sahur selama Ramadan. Selain memberikan energi, sahur juga membantu menjaga metabolisme tubuh tetap stabil selama berpuasa.
Agar tubuh tetap bertenaga, dr. Rudy menyarankan memilih makanan yang kaya serat dan protein. Makanan seperti nasi merah, roti gandum, telur, tahu, tempe, ikan, dan ayam tanpa kulit dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
Sayuran dan buah juga dianjurkan karena mengandung serat serta elektrolit alami yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.
Dengan pola sahur yang tepat, tubuh dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman, tetap bertenaga, dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan.



