HealthcareUpdate News

Sering Menahan Pipis, Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Kebiasaan menahan buang air kecil ternyata tidak hanya membuat tidak nyaman, dokter spesialis urologi mengingatkan risiko infeksi hingga gangguan kandung kemih.

Kebiasaan menahan buang air kecil sering dianggap sepele, terutama saat seseorang sedang bekerja, bepergian, atau enggan ke toilet umum. Padahal, menurut dokter spesialis urologi, kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan saluran kemih jika dilakukan berulang dan dalam jangka panjang.

Dokter Spesialis Urologi dr. Ponco Birowo, SpU(K), PhD, dalam berbagai kesempatan edukasi kesehatan menjelaskan bahwa kandung kemih memiliki kapasitas tertentu dan dirancang untuk dikosongkan secara berkala. “Secara normal, keinginan buang air kecil muncul saat kandung kemih terisi sekitar 300–400 ml. Jika terlalu sering ditahan, tekanan dalam kandung kemih meningkat dan bisa memengaruhi fungsi ototnya,” jelasnya.

Menurut dr. Ponco, urine yang tertahan terlalu lama juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Ketika urine tidak segera dikeluarkan, bakteri memiliki waktu lebih lama untuk berkembang biak di saluran kemih. Jika infeksi tidak ditangani, kondisi ini bahkan bisa menjalar hingga ke ginjal dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Selain infeksi, kebiasaan menahan pipis juga dapat memicu gangguan seperti overactive bladder atau kandung kemih terlalu aktif. Kondisi ini membuat seseorang sering merasa ingin buang air kecil meski volume urine belum banyak. Dalam jangka panjang, tekanan berulang pada kandung kemih juga berisiko melemahkan otot dasar panggul dan berkontribusi pada inkontinensia urine.

“Tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal kapan harus buang air kecil. Jika sinyal itu terus diabaikan, fungsi normal kandung kemih bisa terganggu,” tambahnya.

Read More  Pemerintah Luncurkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk Dukung UMKM, Ini Syarat dan Sasarannya

Para ahli menyarankan agar seseorang tidak menahan buang air kecil lebih dari 3–4 jam dalam kondisi normal. Selain itu, menjaga asupan cairan yang cukup dan tidak menunda ke toilet saat muncul rasa ingin buang air kecil merupakan langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan saluran kemih.

Kebiasaan kecil yang terlihat sepele ini bisa berdampak besar bila diabaikan. Karena itu, mendengarkan sinyal tubuh menjadi kunci utama dalam mencegah gangguan saluran kemih dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Back to top button