Studi Baru Ungkap Golongan Darah A Punya Risiko Lebih Tinggi Terkena Penyakit Hati Autoimun
Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang bergolongan darah A memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit hati autoimun dibanding golongan darah lain.
Penelitian yang diterbitkan pada 17 November 2025 di jurnal Frontiers in Medicine mengungkap bahwa golongan darah ternyata berperan dalam meningkatkan risiko penyakit hati autoimun atau autoimmune liver disease (AILD). Dalam studi yang melibatkan 114 pasien AILD dan lebih dari 1.100 orang sehat sebagai pembanding, peneliti menemukan bahwa proporsi penderita AILD dengan golongan darah A jauh lebih tinggi daripada populasi umum. Temuan ini sangat menonjol pada kasus Primary Biliary Cholangitis (PBC), salah satu bentuk penyakit hati autoimun yang sering menyerang saluran empedu.
Peneliti menjelaskan bahwa antigen yang terdapat pada setiap golongan darah, termasuk antigen A, tidak hanya berada pada sel darah merah, tetapi juga muncul dalam bentuk molekul gula atau glikolipid di berbagai jaringan tubuh. Kehadiran antigen ini dapat mempengaruhi bagaimana sistem imun mengenali sel tubuh sendiri. Pada sebagian individu dengan golongan darah A, sistem kekebalan dapat salah mengenali sel atau jaringan hati sebagai ancaman sehingga memicu reaksi autoimun. Selain itu, para peneliti juga menemukan indikasi bahwa faktor genetik tertentu yang umum ditemukan pada pemilik golongan darah A mungkin berperan dalam meningkatkan kerentanan terhadap penyakit ini.
Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa hasil ini tidak berarti semua pemilik golongan darah A pasti terkena penyakit hati autoimun. Golongan darah hanyalah salah satu faktor risiko. Gaya hidup, riwayat kesehatan keluarga, faktor lingkungan, serta kondisi genetik lainnya tetap berperan besar dalam memicu gangguan hati. Namun demikian, studi ini memberi wawasan baru bagi masyarakat dan tenaga kesehatan. Informasi golongan darah dapat digunakan sebagai indikator tambahan dalam menentukan kelompok yang perlu lebih waspada terhadap kelainan hati, termasuk pentingnya melakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala.
Artikel referensi dari Kompas.com menuliskan bahwa temuan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memahami faktor risiko penyakit hati autoimun yang selama ini belum sepenuhnya terungkap. Bagi masyarakat, khususnya pemilik golongan darah A, memperhatikan gejala seperti mudah lelah, kulit menguning, gangguan pencernaan, atau penurunan berat badan menjadi langkah penting agar penyakit bisa terdeteksi lebih dini.





