HealthcareUpdate News

Suka Tidur Setelah Sahur? Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Sains

Tidur setelah sahur mungkin terasa nyaman, tapi menurut penelitian, kebiasaan ini berpotensi membawa berbagai risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Banyak orang merasa mengantuk setelah sahur dan langsung kembali tidur. Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata tak semata soal istirahat — para ahli kesehatan menyebutkan ada beberapa bahaya yang bisa mengintai jika seseorang tidur segera setelah makan sahur.

Menurut penjelasan Dr. Michael Breus, seorang ahli tidur yang dikutip dalam penelitian terkait pola tidur dan metabolisme, tidur setelah makan besar bisa memperlambat proses pencernaan. Tubuh yang kembali berbaring langsung cenderung memproses makanan dengan lebih lambat, sehingga meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti kembung, mulas, hingga refluks asam lambung.

Selain itu, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sleep Research menunjukkan bahwa tidur segera setelah makan, terutama makanan berat seperti sahur lengkap, dapat memperburuk kualitas tidur berikutnya. Pencernaan yang masih aktif membuat tubuh sulit mencapai fase tidur nyenyak, sehingga walau waktu tidur tampak cukup, tubuh tidak benar-benar pulih secara optimal.

Kebiasaan ini juga dapat berdampak pada metabolisme glukosa dan hormon lapar. Dalam penelitian di American Journal of Clinical Nutrition, tidur setelah makan dikaitkan dengan peningkatan kadar gula darah pada pagi hari berikutnya, yang bisa berkontribusi pada risiko resistensi insulin bila dilakukan secara rutin.

Bagi mereka yang sahur dengan makanan tinggi lemak atau berlemak, risiko tambahan lain juga muncul. Lemak yang sulit dicerna saat tubuh sedang memasuki fase tidur dapat memperberat kerja sistem pencernaan, serta memicu gangguan seperti naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).

Read More  PGE Bagikan Dividen USD 136,4 Juta, Optimis Capai Target 1 GW

Ahli nutrisi dan kesehatan tidur umumnya menyarankan agar setelah sahur, tubuh diberi waktu untuk mencernakan makanan setidaknya 1–2 jam sebelum tidur. Selama periode ini, aktivitas ringan seperti berjalan santai atau melakukan pekerjaan ringan di rumah dapat membantu proses pencernaan berjalan lebih baik dan mengurangi beban pada sistem pencernaan saat tubuh mulai beristirahat.

Konsultan gastroenterologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Andri Setiawan juga mengingatkan bahwa tidur langsung setelah makan dapat memperburuk gejala refluks gastroesofagus.
“Posisi berbaring segera setelah makan memberi peluang asam lambung naik ke kerongkongan, yang memicu sensasi terbakar di dada. Untuk sahur, sangat disarankan memberi jeda antara makan dan tidur,” ujarnya.

Bagi yang tetap ingin tidur setelah sahur, ada beberapa tips untuk meminimalkan risiko:

  1. Hindari makanan terlalu berat atau tinggi lemak saat sahur.
  2. Berjalan ringan selama 10–15 menit setelah makan.
  3. Biarkan tubuh berdiri atau duduk selama minimal 1 jam sebelum tidur.
  4. Konsumsi air putih secukupnya, namun jangan berlebihan agar tidak sering terbangun karena ingin ke kamar mandi.

Menjaga pola sahur dan tidur yang baik bukan sekadar soal kenyamanan — ini soal menjaga kesehatan sistem pencernaan dan metabolisme tubuh selama Ramadan.

Back to top button