Super Flu Subclade K yang Ganas di AS Ternyata Sudah Masuk ke Indonesia, Ini Datanya
Varian influenza A (H3N2) subclade K, yang telah menyebabkan lebih dari 3.000 kematian di Amerika Serikat, kini telah terdeteksi di Indonesia dengan 62 kasus hingga akhir Desember 2025
Varian influenza A (H3N2) subclade K, yang belakangan populer disebut Super Flu, telah menjadi sorotan global setelah menyebar luas di Amerika Serikat dan diperkirakan menyebabkan sekitar 3.100 kematian di musim flu 2025â2026, terutama di musim dingin di belahan bumi utara. Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan lonjakan infeksi di AS dengan jutaan kasus influenza serta puluhan ribu rawat inap dan ribuan kematian akibat subclade ini.
Kabar terbaru datang dari Indonesia. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengonfirmasi bahwa Super Flu subclade K telah terdeteksi di Tanah Air sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans penyakit pernapasan. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi.
Provinsi dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jawa Timur dengan 23 kasus, disusul Kalimantan Selatan sebanyak 18 kasus, dan Jawa Barat mencatat 10 kasus. Provinsi lain yang juga melaporkan kasus adalah Sumatera Selatan (5 kasus), Sumatera Utara (3 kasus), serta masing-masing satu kasus di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta.
Kemenkes memastikan situasi influenza subclade K di Indonesia masih terkendali dan sejauh ini belum menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan virus flu musiman lainnya. Mayoritas gejala yang dialami pasien mirip seperti influenza pada umumnya, antara lain demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
Kasus di Indonesia juga menunjukkan pola serangan yang berbeda dari AS. Di AS varian ini muncul pada musim dingin dan berdampak luas di seluruh populasi, sementara di Indonesia, kasus yang terdeteksi belum banyak dan tingkat keparahan tidak meningkat secara signifikan. Meskipun begitu, temuan kasus ini menjadi sinyal perlunya kewaspadaan ekstra menjelang awal musim flu tahun ini.
Para ahli kesehatan mendorong masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan seperti vaksinasi influenza tahunan, menjaga kebersihan tangan, serta menggunakan masker ketika sakit atau berada di kerumunan. Vaksin influenza dilaporkan tetap memberikan perlindungan terhadap gejala berat, meskipun tingkat kecocokannya terhadap subclade tertentu dapat bervariasi dari musim ke musim.
Terkait kelompok yang paling terpengaruh, asosiasi medis anak menyatakan bahwa mayoritas kasus yang terdeteksi di Indonesia terjadi pada anak-anak, menjadikan orang tua dan pengasuh harus lebih waspada terhadap gejala flu pada buah hati.
Dengan mutasi virus yang terus dipantau melalui sistem surveilans nasional dan global, situasi perkembangan Super Flu akan terus dipantau oleh otoritas kesehatan. Masyarakat diimbau tidak panik tetapi tetap disiplin dalam menerapkan upaya pencegahan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia, anak-anak, dan mereka yang memiliki sistem imun lemah.





