Tabung Gas Elpiji 3 Kg Meledak di Bogor, Ini Cara Mencegah Ledakan di Rumah
Ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram di sebuah kontrakan di Bogor yang melukai dua penghuninya kembali menjadi peringatan penting akan risiko kebocoran gas
Insiden ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram kembali terjadi dan menimbulkan korban serius. Kali ini, sebuah kontrakan di wilayah Bogor dilanda ledakan tabung gas yang menyebabkan dua penghuninya mengalami luka bakar hingga 70 persen pada Kamis (8/2/2026). Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa penggunaan tabung gas rumah tangga masih menyimpan risiko besar jika aspek keselamatan diabaikan.
Ledakan dilaporkan terjadi secara tiba-tiba saat aktivitas memasak berlangsung. Dentuman keras disusul api yang membesar membuat warga sekitar panik dan berupaya memberikan pertolongan. Korban yang mengalami luka bakar serius segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara bagian kontrakan mengalami kerusakan cukup parah.
Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan rumah tangga akibat tabung gas elpiji. Meski elpiji 3 kg menjadi kebutuhan utama masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, risiko kebocoran gas kerap luput dari perhatian. Padahal, gas elpiji sangat mudah terbakar dan dapat memicu ledakan hebat ketika bercampur dengan udara di ruang tertutup lalu tersulut api.
Ledakan tabung gas umumnya diawali oleh kebocoran, baik dari selang, regulator, maupun sambungan tabung yang tidak terpasang dengan sempurna. Kondisi karet regulator yang sudah getas, selang yang retak atau kedaluwarsa, serta pemasangan yang kurang rapat dapat membuat gas keluar tanpa disadari. Ketika gas terakumulasi di dapur atau ruangan tertutup, percikan kecil dari kompor atau alat listrik sudah cukup untuk memicu ledakan.
Selain faktor teknis, penempatan tabung gas yang terlalu dekat dengan sumber panas juga meningkatkan risiko. Paparan panas berlebih dapat menaikkan tekanan di dalam tabung sehingga memperbesar potensi kebocoran. Ventilasi yang buruk memperparah kondisi karena gas yang bocor tidak bisa keluar dan terus terperangkap di dalam ruangan.
Peristiwa di Bogor ini menunjukkan bahwa kewaspadaan dalam penggunaan tabung gas harus menjadi kebiasaan sehari-hari. Menutup regulator setelah memasak, memastikan ventilasi dapur memadai, serta rutin memeriksa kondisi selang dan regulator menjadi langkah sederhana yang sangat krusial. Jika tercium bau gas menyengat, masyarakat disarankan tidak menyalakan api atau listrik, segera membuka pintu dan jendela, lalu mematikan sumber gas.
Ledakan tabung gas bukan sekadar merusak bangunan, tetapi juga membawa risiko cedera serius bahkan kematian. Luka bakar parah seperti yang dialami korban di Bogor membutuhkan penanganan medis jangka panjang dan dapat meninggalkan dampak fisik maupun psikologis.
Karena itu, kesadaran akan keselamatan penggunaan tabung gas perlu terus ditingkatkan. Tragedi ini menjadi pelajaran penting bahwa perhatian terhadap hal-hal kecil di dapur dapat mencegah kerugian besar dan melindungi keselamatan seluruh anggota keluarga.



