TechnoUpdate News

Teknologi Arsinum BRIN Sulap Air Banjir Jadi Layak Minum

Teknologi Arsinum hasil riset BRIN berhasil mengolah air banjir menjadi air layak minum, bahkan diminum langsung oleh Kepala BRIN Arif Satria saat meninjau banjir di Aceh Tamiang.

Air banjir yang selama ini dianggap berbahaya kini bisa diolah menjadi air layak minum berkat teknologi Arsinum hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang bahkan diminum langsung oleh Kepala BRIN Arif Satria saat meninjau banjir di Aceh Tamiang.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Arif Satria meninjau lokasi banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan menunjukkan secara langsung hasil pengolahan air banjir menggunakan Arsinum, singkatan dari Alat Penyedia Air Siap Minum. Air yang semula keruh dan tercemar diproses melalui sistem pengolahan berlapis hingga memenuhi standar air minum dan aman dikonsumsi.

Arsinum merupakan teknologi pengolahan air portabel yang dikembangkan BRIN untuk menjawab kebutuhan air bersih, terutama di wilayah terdampak bencana seperti banjir, gempa, atau daerah dengan keterbatasan akses air layak minum. Teknologi ini memanfaatkan air baku dari lingkungan sekitar, termasuk air banjir, sungai, atau genangan, lalu memprosesnya melalui tahapan penyaringan, filtrasi, dan disinfeksi.

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa air hasil pengolahan Arsinum telah melalui proses yang aman dan sesuai standar kesehatan. “Air ini sudah diproses dengan teknologi Arsinum, sehingga aman untuk diminum. Ini adalah solusi cepat untuk penyediaan air bersih di situasi darurat,” ujar Arif Satria saat kunjungan lapangan di Aceh Tamiang, seperti dikutip dari keterangan resmi BRIN.

Teknologi Arsinum bekerja dengan menghilangkan partikel lumpur, zat berbahaya, logam berat, serta mikroorganisme seperti bakteri dan virus yang berpotensi menimbulkan penyakit. Hasil akhirnya adalah air yang jernih, tidak berbau, dan layak dikonsumsi langsung oleh masyarakat.

Read More  Fenomena Mobil 0 KM Asal Cina: Murah, Baru, tapi Penuh Risiko jika Masuk Indonesia

Kehadiran Arsinum dinilai sangat penting bagi Indonesia yang kerap menghadapi bencana banjir, di mana akses air bersih sering kali menjadi persoalan utama. Dengan desain yang relatif ringkas dan dapat dioperasikan di lapangan, Arsinum memungkinkan penyediaan air minum secara cepat tanpa harus menunggu distribusi air kemasan.

BRIN berharap teknologi ini dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pemerintah daerah dan instansi terkait sebagai bagian dari sistem penanggulangan bencana. Selain untuk kondisi darurat, Arsinum juga berpotensi digunakan di wilayah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana riset dan teknologi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam situasi krisis, sekaligus memperkuat ketahanan nasional di sektor air bersih.

Back to top button