Terungkap! Segini Rata-Rata Gaji Buruh RI Versi BPS
Data terbaru dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan gambaran terkini rata-rata gaji buruh di Indonesia, lengkap dengan perbandingan sektor dan wilayah.
Rata-rata gaji buruh di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Data ini memberikan potret terbaru kondisi upah pekerja di tengah dinamika ekonomi nasional.
Berdasarkan rilis tersebut, rata-rata upah buruh atau karyawan di Indonesia berada di kisaran Rp3 jutaan per bulan. Angka ini merupakan rata-rata nasional, sehingga terdapat variasi cukup lebar antarwilayah, sektor pekerjaan, hingga tingkat pendidikan.
Pekerja di wilayah perkotaan umumnya menerima upah lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Faktor biaya hidup, konsentrasi industri, serta dominasi sektor formal di kota besar menjadi penyebab utama perbedaan tersebut. Sektor seperti pertambangan, jasa keuangan, dan teknologi informasi mencatatkan rata-rata gaji lebih tinggi dibanding sektor pertanian atau perdagangan kecil.
Dari sisi pendidikan, data Sakernas menunjukkan korelasi kuat antara jenjang pendidikan dan besaran upah. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang diselesaikan, semakin besar peluang memperoleh penghasilan di atas rata-rata nasional. Lulusan perguruan tinggi, misalnya, rata-rata memiliki pendapatan yang jauh lebih tinggi dibanding lulusan pendidikan dasar.
Jam kerja juga menjadi faktor penting. Pekerja dengan jam kerja penuh cenderung memiliki pendapatan lebih stabil dibanding pekerja paruh waktu atau mereka yang berada di sektor informal.
Rilis BPS ini menjadi acuan penting dalam perumusan kebijakan ketenagakerjaan, termasuk evaluasi upah minimum dan perlindungan pekerja. Data tersebut sekaligus mencerminkan daya beli buruh di tengah tantangan ekonomi.
Meski rata-rata nasional berada di kisaran Rp3 jutaan, distribusi pendapatan menunjukkan masih adanya ketimpangan. Sebagian pekerja, khususnya di sektor informal dan wilayah dengan tingkat industrialisasi rendah, masih menerima upah di bawah rata-rata.
Ke depan, peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan vokasi, serta perluasan lapangan kerja formal dinilai menjadi kunci untuk mendorong kenaikan rata-rata gaji buruh di Indonesia.



