FintalkUpdate News

Tips Punya Dana Darurat Meski Gaji UMR, Saat 70% Warga Indonesia Tak Punya Tabungan

Sekitar 70 persen orang Indonesia tidak memiliki tabungan atau dana darurat, namun para pakar menegaskan bahwa dana cadangan tetap bisa dibangun meski berpenghasilan UMR dengan pengelolaan yang tepat.

Survei internasional IPSOS, mencatat bahwa sekitar 70 persen masyarakat Indonesia tidak memiliki tabungan atau dana darurat yang dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak. Temuan ini menyoroti betapa rentannya kondisi finansial sebagian besar rumah tangga, terutama yang mengandalkan gaji bulanan tanpa cadangan uang untuk menghadapi situasi tak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau pengeluaran keluarga di luar rencana. Meski terdengar sulit, para pakar keuangan menegaskan bahwa masyarakat tetap bisa membangun dana darurat meskipun penghasilan hanya setara UMR selama pengelolaannya dilakukan secara disiplin dan bertahap.

Salah satu kunci utamanya adalah membalik pola umum menabung. Alih-alih menyisakan uang di akhir bulan, kebiasaan menabung di awal saat gaji baru diterima dinilai lebih efektif karena membuat alokasi tabungan menjadi prioritas, bukan sekadar sisa. Pengeluaran kecil seperti kopi kekinian, jajan online, biaya transportasi yang bisa dihemat, atau langganan aplikasi yang tidak terlalu dibutuhkan sering kali menjadi penyebab uang cepat habis tanpa disadari. Mengurangi kebocoran kecil ini dapat menyisihkan ratusan ribu rupiah per bulan, cukup untuk mulai mengisi pos dana darurat secara konsisten.

Para pakar juga menyarankan agar dana darurat disimpan di rekening terpisah agar tidak tercampur dengan uang belanja harian sehingga risiko terpakai menjadi lebih kecil. Meski target ideal dana darurat berada di kisaran tiga hingga dua belas kali pengeluaran bulanan, masyarakat disarankan untuk mulai dari nominal kecil sesuai kemampuan. Jika memungkinkan, pendapatan tambahan dari pekerjaan sampingan atau proyek kecil dapat mempercepat pencapaian target—tetapi bukan menjadi syarat mutlak untuk memulai. Kuncinya tetap pada konsistensi.

Read More  Januari Identik Hujan Deras, Ini Tips Berkendara Aman di Jalan Tol yang Licin

Memiliki dana darurat memberikan banyak manfaat, mulai dari menghindari utang konsumtif, menurunkan stres akibat kondisi tak terduga, hingga memberikan rasa aman ketika menghadapi ketidakpastian ekonomi atau ancaman kehilangan pekerjaan. Dengan kebiasaan menabung yang lebih disiplin dan pengelolaan pengeluaran yang lebih terarah, dana darurat bukan lagi sesuatu yang eksklusif untuk berpenghasilan besar, tetapi bisa dicapai oleh siapa pun—bahkan dengan gaji setara UMR. mencatat bahwa sekitar 70 persen masyarakat Indonesia tidak memiliki tabungan atau dana darurat yang dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak. Temuan ini menyoroti betapa rentannya kondisi finansial sebagian besar rumah tangga, terutama yang mengandalkan gaji bulanan tanpa cadangan uang untuk menghadapi situasi tak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau pengeluaran keluarga di luar rencana. Meski terdengar sulit, para pakar keuangan menegaskan bahwa masyarakat tetap bisa membangun dana darurat meskipun penghasilan hanya setara UMR selama pengelolaannya dilakukan secara disiplin dan bertahap.

Salah satu kunci utamanya adalah membalik pola umum menabung. Alih-alih menyisakan uang di akhir bulan, kebiasaan menabung di awal saat gaji baru diterima dinilai lebih efektif karena membuat alokasi tabungan menjadi prioritas, bukan sekadar sisa. Pengeluaran kecil seperti kopi kekinian, jajan online, biaya transportasi yang bisa dihemat, atau langganan aplikasi yang tidak terlalu dibutuhkan sering kali menjadi penyebab uang cepat habis tanpa disadari. Mengurangi kebocoran kecil ini dapat menyisihkan ratusan ribu rupiah per bulan, cukup untuk mulai mengisi pos dana darurat secara konsisten.

Para pakar juga menyarankan agar dana darurat disimpan di rekening terpisah agar tidak tercampur dengan uang belanja harian sehingga risiko terpakai menjadi lebih kecil. Meski target ideal dana darurat berada di kisaran tiga hingga dua belas kali pengeluaran bulanan, masyarakat disarankan untuk mulai dari nominal kecil sesuai kemampuan. Jika memungkinkan, pendapatan tambahan dari pekerjaan sampingan atau proyek kecil dapat mempercepat pencapaian target—tetapi bukan menjadi syarat mutlak untuk memulai. Kuncinya tetap pada konsistensi.

Read More  Suntik Hormon Pertumbuhan, Aman atau Berisiko?

Memiliki dana darurat memberikan banyak manfaat, mulai dari menghindari utang konsumtif, menurunkan stres akibat kondisi tak terduga, hingga memberikan rasa aman ketika menghadapi ketidakpastian ekonomi atau ancaman kehilangan pekerjaan. Dengan kebiasaan menabung yang lebih disiplin dan pengelolaan pengeluaran yang lebih terarah, dana darurat bukan lagi sesuatu yang eksklusif untuk berpenghasilan besar, tetapi bisa dicapai oleh siapa pun—bahkan dengan gaji setara UMR.

Back to top button