Tren Bapmericano, Sarapan Nasi Campur Kopi yang Viral, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
Tren Bapmericano atau sarapan nasi campur kopi viral karena praktis. Namun dokter spesialis menjelaskan kebiasaan ini berisiko memicu maag dan GERD jika dilakukan rutin
Tren sarapan nasi dicampur kopi, yang dikenal dengan sebutan Bapmericano, belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Pola makan ini dianggap praktis, cepat, dan cocok dengan ritme hidup masyarakat urban yang serba padat aktivitas.
Bapmericano umumnya dikonsumsi sebagai sarapan sederhana, dengan nasi putih disiram kopi hitam tanpa tambahan gula atau susu. Kombinasi ini dinilai mengenyangkan sekaligus memberi efek segar karena kandungan kafein. Tak sedikit warganet yang mengaku terbiasa mengonsumsinya sebelum berangkat kerja atau sekolah.
Namun, dari sudut pandang medis, kebiasaan ini perlu disikapi dengan hati-hati. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi, dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa kopi memiliki efek merangsang produksi asam lambung, terutama jika dikonsumsi saat perut masih kosong.
âKopi dapat meningkatkan sekresi asam lambung dan melemahkan katup antara lambung dan kerongkongan. Jika dikonsumsi rutin, apalagi tanpa asupan protein atau serat, risikonya bisa memicu keluhan maag hingga GERD,â ujar dr. Ari Fahrial Syam dalam beberapa kesempatan edukasi kesehatan pencernaan.
Ia menambahkan, nasi memang bisa sedikit menetralkan asam lambung karena bersifat mengenyangkan, namun tidak cukup melindungi lambung jika dikombinasikan langsung dengan kopi. Terlebih bagi orang yang memiliki riwayat gangguan lambung, sensasi perih, mual, dada terasa panas, hingga refluks asam bisa muncul lebih cepat.
Dari sisi gizi, dr. Ari juga menekankan bahwa sarapan nasi campur kopi belum memenuhi prinsip gizi seimbang. Tubuh membutuhkan protein, lemak sehat, serta serat untuk menjaga kestabilan energi dan fungsi pencernaan. Tanpa komponen tersebut, rasa lapar bisa datang lebih cepat dan berdampak pada pola makan yang kurang teratur sepanjang hari.
Meski demikian, ia tidak melarang konsumsi Bapmericano secara mutlak. Menurutnya, kunci utama ada pada frekuensi dan kondisi tubuh masing-masing. Konsumsi sesekali masih relatif aman bagi orang tanpa masalah lambung, namun tidak disarankan menjadi kebiasaan harian.
âJika tetap ingin minum kopi saat sarapan, sebaiknya jangan dalam kondisi perut kosong. Tambahkan lauk berprotein seperti telur atau tempe, dan pilih kopi dengan tingkat keasaman lebih rendah,â jelasnya.
Tren makanan seperti Bapmericano mencerminkan gaya hidup modern yang mengutamakan kepraktisan. Namun para ahli mengingatkan, popularitas sebuah tren sebaiknya tetap diimbangi dengan pemahaman kesehatan, agar kebiasaan yang tampak sederhana tidak menimbulkan dampak jangka panjang bagi tubuh.





