TechnoUpdate News

Waspada! Akses M-Banking Lewat WiFi Publik Bisa Jadi Celah Rekening Terkuras

Penggunaan WiFi publik saat membuka mobile banking dinilai berisiko tinggi karena rawan disusupi peretas yang bisa mencuri data hingga menguras rekening.

Kemudahan transaksi lewat mobile banking membuat aktivitas keuangan semakin praktis. Namun di balik kenyamanan itu, ada ancaman serius yang sering luput dari perhatian: penggunaan WiFi publik saat mengakses layanan perbankan digital.

WiFi gratis di kafe, bandara, hotel, atau pusat perbelanjaan memang menggoda. Sayangnya, jaringan terbuka seperti ini kerap memiliki sistem keamanan yang lemah. Pelaku kejahatan siber dapat memanfaatkan celah tersebut untuk menyusup dan memantau lalu lintas data pengguna.

Modus yang umum digunakan adalah man-in-the-middle attack, yakni teknik penyadapan di mana peretas berada di antara koneksi pengguna dan server bank. Data sensitif seperti username, password, hingga kode OTP bisa dicuri tanpa disadari korban. Dalam beberapa skenario, pelaku bahkan membuat jaringan WiFi palsu dengan nama menyerupai jaringan resmi di lokasi tersebut.

Chairman CISSReC, Pratama Persadha, secara konsisten mengingatkan bahwa WiFi publik sangat berisiko untuk transaksi finansial. Dalam berbagai kesempatan edukasi keamanan digital, ia menegaskan bahwa jaringan terbuka memudahkan pelaku melakukan penyadapan jika tidak ada enkripsi tambahan. “Aktivitas seperti mobile banking sebaiknya tidak dilakukan di WiFi publik karena potensi intersepsi data cukup besar,” ujarnya dalam forum literasi keamanan siber.

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, juga menekankan pentingnya kewaspadaan pengguna terhadap keamanan data pribadi. Ia menyebut, literasi digital masyarakat harus ditingkatkan agar tidak mudah terjebak pada jaringan yang terlihat aman, tetapi sebenarnya rentan disalahgunakan.

Read More  2026 Jakarta Diprediksi Makin Macet, Jumlah Kendaraan Baru Sepanjang 2025 Jadi Pemicunya

Risiko menjadi lebih besar ketika pengguna tidak mengaktifkan fitur keamanan tambahan. Tanpa autentikasi dua faktor (2FA) atau notifikasi transaksi real-time, korban bisa terlambat menyadari adanya pemindahan dana mencurigakan.

Untuk meminimalkan risiko, pengguna disarankan hanya mengakses m-banking melalui jaringan pribadi yang aman, seperti WiFi rumah dengan kata sandi kuat atau jaringan seluler pribadi. Jika dalam kondisi terpaksa harus menggunakan WiFi publik, gunakan VPN untuk mengenkripsi koneksi dan hindari melakukan transaksi finansial penting.

Perkembangan perbankan digital memang memudahkan kehidupan. Namun di era serba online ini, kehati-hatian menjadi benteng utama. Satu koneksi yang salah bisa berujung pada kerugian finansial yang tidak sedikit.

Back to top button