Waspadai Health Anxiety, Kecemasan Berlebihan soal Kesehatan Bisa Ganggu Kualitas Hidup
Kecemasan berlebihan terkait kesehatan atau health anxiety bisa mengganggu kualitas hidup sehari-hari dan perlu ditangani dengan strategi psikologis yang tepat
Kecemasan terhadap kondisi kesehatan adalah hal yang wajar, tetapi ketika rasa khawatir itu muncul secara berlebihan, berlangsung terus-menerus, dan tidak sebanding dengan kondisi medis yang sebenarnya, seseorang bisa mengalami health anxiety atau kecemasan berlebih terhadap kesehatan.
Health anxiety menggambarkan kondisi ketika seseorang terus merasa takut mengidap penyakit serius meski hasil pemeriksaan medis menunjukkan tubuhnya dalam keadaan baik. Sensasi tubuh yang normal seperti jantung berdebar, pegal, atau pusing ringan kerap ditafsirkan sebagai tanda penyakit berat, sehingga memicu kekhawatiran yang berulang. Di era digital, kondisi ini semakin sering terjadi karena kemudahan akses informasi kesehatan yang tidak selalu disertai pemahaman medis yang tepat.
Psikolog klinis asal Inggris, Paul Salkovskis, yang dikenal luas melalui risetnya tentang gangguan kecemasan dan health anxiety, menjelaskan bahwa kecemasan berlebih terhadap kesehatan biasanya dipicu oleh cara berpikir yang keliru dalam menafsirkan sensasi tubuh. Dalam berbagai publikasi ilmiahnya, Salkovskis menyebut bahwa individu dengan health anxiety cenderung sulit mentoleransi ketidakpastian dan terus mencari kepastian bahwa dirinya sehat, namun rasa tenang itu hanya bersifat sementara.
Kecemasan yang terus berulang ini dapat berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Secara psikologis, health anxiety membuat penderitanya mudah stres, sulit berkonsentrasi, dan mengalami gangguan tidur. Pikiran yang terus dipenuhi ketakutan tentang penyakit sering kali menguras energi mental dan menurunkan produktivitas, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sosial.
Dampak tersebut juga bisa muncul secara fisik. Stres berkepanjangan akibat kecemasan memicu berbagai keluhan psikosomatis seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, ketegangan otot, hingga rasa nyeri yang tidak memiliki penyebab medis jelas. Kondisi ini sering kali memperkuat keyakinan bahwa tubuh sedang sakit, sehingga membentuk lingkaran kecemasan yang semakin sulit dihentikan.
Selain itu, health anxiety kerap mendorong perilaku ekstrem dalam mencari kepastian medis. Ada yang menjadi terlalu sering memeriksakan diri ke dokter atau melakukan pencarian gejala di internet secara berlebihan, sementara sebagian lainnya justru menghindari pemeriksaan karena takut menerima diagnosis buruk. Kedua respons ini sama-sama berpotensi memperburuk kondisi psikologis dan kualitas hidup.
Untuk mencegah health anxiety berkembang lebih jauh, psikolog menyarankan agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi kesehatan. Membatasi konsumsi informasi medis yang bersifat spekulatif atau sensasional sangat penting, terutama dari sumber yang tidak jelas kredibilitasnya. Informasi kesehatan sebaiknya dipahami sebagai edukasi, bukan alat untuk mendiagnosis diri sendiri.
Membangun kesadaran terhadap pola pikir juga menjadi langkah penting. Ketika muncul pikiran otomatis bahwa gejala ringan adalah tanda penyakit serius, individu perlu belajar menantangnya dengan fakta objektif, seperti hasil pemeriksaan medis atau penjelasan tenaga kesehatan. Teknik relaksasi, kesadaran penuh (mindfulness), serta menjaga pola hidup sehat juga berperan dalam menurunkan tingkat kecemasan.
Apabila kecemasan terhadap kesehatan sudah mengganggu aktivitas harian, hubungan sosial, atau kualitas hidup secara signifikan, berkonsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental menjadi langkah yang dianjurkan. Pendekatan seperti terapi perilaku kognitif telah banyak digunakan untuk membantu individu memahami pola pikir yang keliru dan mengelola kecemasan secara lebih sehat.
Dengan pemahaman yang tepat, kewaspadaan terhadap kesehatan tidak perlu berubah menjadi ketakutan yang melelahkan. Menjaga keseimbangan antara perhatian terhadap tubuh dan ketenangan pikiran menjadi kunci agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.





