HealthcareUpdate News

Waspadai Sumbatan Usus, Penyakit yang Sebabkan Ayah YouTuber Jeremi Polin Meninggal Dunia

Kasus sumbatan usus kembali jadi sorotan publik setelah ayah YouTuber Jeremi Polin, Sintong Sijabat, meninggal dunia akibat komplikasi penyakit tersebut.

Kabar duka datang dari YouTuber Jeremi Polin. Ayahnya, Sintong Sijabat, meninggal dunia akibat sumbatan usus (ileus obstruktif), kondisi medis serius yang terjadi saat aliran makanan dan cairan di dalam usus terhambat. Meski sering dianggap sepele, penyakit ini bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani.

Menurut dr. Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) – RSCM, sumbatan usus dapat disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari peradangan, tumor, perlengketan pascaoperasi, hingga hernia. “Saat usus tersumbat, tekanan di dalam saluran pencernaan meningkat. Bila tidak segera ditangani, aliran darah ke jaringan usus bisa terhenti, menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan usus,” jelasnya.

Gejala sumbatan usus biasanya muncul secara bertahap. Pasien bisa mengalami nyeri perut hebat, perut kembung, mual dan muntah berulang, sulit buang angin atau buang air besar, serta kehilangan nafsu makan. Dalam kondisi lanjut, perut terasa keras, disertai dehidrasi dan penurunan kesadaran akibat gangguan elektrolit.

Dokter menegaskan, siapa pun yang mengalami nyeri perut disertai muntah berulang perlu segera mendapat pemeriksaan medis, terutama bila disertai tidak bisa buang air besar atau buang angin. Diagnosis sumbatan usus ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, rontgen, atau CT-scan abdomen.

Penanganan tergantung pada tingkat keparahan. Untuk kasus ringan, pasien bisa dirawat dengan nasogastric tube (selang lambung) guna mengeluarkan cairan dan gas yang menumpuk di usus. Namun, bila sumbatan total terjadi atau disebabkan oleh tumor atau perlengketan berat, tindakan operasi darurat menjadi pilihan utama.

Read More  Power Bank di Pesawat: Risiko dan Aturan Baru Keselamatan

dr. Erlina Mariani, , dokter bedah digestif dari RS Siloam Semanggi, menjelaskan bahwa pencegahan sumbatan usus dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan pencernaan dan segera memeriksakan diri bila mengalami gangguan berulang di perut. “Pola makan tinggi serat, cukup cairan, serta menghindari kebiasaan menahan buang air besar sangat penting. Pasien yang pernah menjalani operasi perut juga perlu rutin kontrol, karena adhesi atau perlengketan bisa muncul kapan saja,” paparnya.

Selain itu, pola hidup sedentari juga meningkatkan risiko gangguan usus. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki setiap hari dapat membantu memperlancar gerakan peristaltik usus. “Bila sistem pencernaan bekerja baik, risiko terjadinya sumbatan akan jauh lebih rendah,” tambah dr. Erlina.

Kasus meninggalnya Sintong Sijabat menjadi pengingat bahwa sumbatan usus bukan penyakit ringan. Gejala awal sering kali diabaikan hingga kondisi pasien memburuk. Dengan deteksi dini, pengobatan tepat, dan gaya hidup sehat, risiko komplikasi bisa diminimalkan.

Back to top button