HealthcareUpdate News

WHO Tegaskan Vaksin Anak Tidak Sebabkan Autisme: Bukti Ilmiah Kuat dari GACVS

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan kembali bahwa vaksin anak tidak menyebabkan autisme, berdasarkan analisis ilmiah terbaru yang dikeluarkan oleh Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menegaskan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara vaksinasi anak dan gangguan spektrum autisme (ASD), sekaligus membantah salah satu mitos antivaksin yang telah beredar luas di masyarakat. Pernyataan ini disampaikan setelah hasil analisis terbaru dari Global Advisory Committee on Vaccine Safety (GACVS) yang dipublikasikan pada akhir November 2025.

GACVS, sebuah komite pakar independen WHO yang berfokus pada aspek keselamatan vaksin, menelaah bukti ilmiah dari 31 studi penelitian primer yang diterbitkan antara Januari 2010 hingga Agustus 2025, mencakup data dari banyak negara di dunia. Hasil penelaahan secara konsisten menunjukkan bahwa vaksin anak, termasuk yang mengandung bahan seperti thimerosal dan adjuvan aluminium, tidak memiliki hubungan kausal dengan autisme.

Selain itu, komite juga menilai studi kohort besar dari Denmark yang melibatkan data kelahiran anak selama dua dekade terakhir, dan temuan dari penelitian tersebut kembali memperkuat kesimpulan bahwa vaksin tidak menjadi penyebab autisme. Mayoritas penelitian yang ditinjau memiliki kualitas ilmiah tinggi, sementara studi yang sempat menunjukkan hubungan antara vaksin dan autisme dinilai memiliki kekurangan metodologis yang signifikan.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi WHO yang sebelumnya telah dikeluarkan dalam kajian serupa pada tahun 2002, 2004, dan 2012, bahwa vaksin aman, efektif, dan tidak memicu autisme. WHO mengimbau otoritas kesehatan nasional dan masyarakat untuk tetap mengacu pada bukti ilmiah yang kuat dalam menyusun kebijakan imunisasi serta menjaga kepercayaan publik terhadap program vaksinasi anak.

Read More  Mengapa Kecelakaan Bus dan Truk di Indonesia Kerap Fatal?

Organisasi kesehatan dunia menekankan bahwa imunisasi anak merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam kesehatan masyarakat global. Program imunisasi secara rutin diperkirakan telah menyelamatkan jutaan nyawa dan terus menjadi fondasi perlindungan dari penyakit infeksi berbahaya seperti polio, campak, difteri, dan lainnya — sekaligus menunjukkan bahwa keraguan terhadap vaksin seringkali dipicu oleh informasi yang tidak terbukti secara ilmiah.

Dengan penegasan terbaru dari WHO ini, para ahli berharap dapat meredam misinformasi dan memulihkan kepercayaan orang tua agar tetap mengikuti jadwal imunisasi anak sesuai rekomendasi kesehatan internasional yang berbasis bukti.

Back to top button