19 Persen Penduduk Indonesia Belum Terhubung Internet, Pemerintah Janji Percepat Akses hingga Desa Terpencil
Meski lebih dari 230 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, masih ada sekitar 19 persen masyarakat yang belum menikmati akses digital
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa pemerataan akses internet masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan ekosistem digital nasional.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 230 juta masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet atau lebih dari 81 persen total populasi nasional. Namun, sekitar 19 persen penduduk masih belum menikmati akses internet.
Menurut Meutya, kesenjangan konektivitas tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam beberapa tahun ke depan, terutama untuk memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sekitar 3.000 Desa Belum Terhubung Optimal
Berdasarkan data pemerintah, masih terdapat sekitar 3.000 desa yang belum memiliki akses internet yang memadai. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat digitalisasi kini telah menjadi fondasi penting bagi pendidikan, kesehatan, layanan publik, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemerintah menilai percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, kolaborasi dengan operator telekomunikasi dan pelaku industri digital menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan internet di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu strategi yang tengah didorong adalah percepatan implementasi jaringan 5G yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan internet nasional.
Internet Jadi Kunci Ekonomi Digital
Pemerataan akses internet dinilai semakin penting karena ekonomi digital Indonesia terus berkembang pesat. Pemerintah mencatat nilai ekonomi digital nasional telah mencapai sekitar US$99 miliar atau setara hampir sepertiga ekonomi digital ASEAN.
Karena itu, perluasan konektivitas tidak hanya bertujuan meningkatkan angka penetrasi internet, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.
Petani dapat mengakses informasi pasar dan cuaca secara real time, nelayan memperoleh data lokasi penangkapan ikan, pelaku UMKM dapat memperluas pasar melalui platform digital, sementara generasi muda memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan peluang kerja berbasis teknologi.
Bukan Sekadar Jaringan, Tetapi Inklusi Digital
Meski pembangunan jaringan terus dilakukan, sejumlah survei menunjukkan masih terdapat hambatan lain yang membuat sebagian masyarakat belum terhubung ke internet. Selain keterbatasan infrastruktur, faktor kepemilikan perangkat, literasi digital, dan biaya akses masih menjadi tantangan yang harus diatasi secara bersamaan.
Karena itu, keberhasilan pemerataan internet tidak hanya ditentukan oleh pembangunan menara telekomunikasi atau jaringan fiber optik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat memanfaatkan teknologi secara produktif dan aman.
Pemerintah menargetkan perluasan akses internet dapat menjangkau seluruh wilayah yang belum terlayani, sehingga manfaat ekonomi digital dapat dirasakan lebih merata dan tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.





