HealthcareUpdate News

Olahraga Malam Saat Ramadan Boleh Saja, Asal Perhatikan Pola Makan dan Istirahat

Olahraga malam saat Ramadan ternyata aman bagi kesehatan jantung asalkan dilakukan dengan intensitas moderat, waktu yang tepat, serta pola makan dan istirahat yang cukup

Selama bulan puasa, banyak orang memilih menggeser waktu olahraga ke malam hari setelah berbuka demi menjaga kebugaran tanpa mengganggu ibadah puasa. Namun, muncul pandangan bahwa olahraga malam bisa membebani jantung. Lantas, benarkah hal tersebut?

Menurut dr. Yislam Aljaidi, spesialis jantung dan pembuluh darah, olahraga kapan saja sebenarnya bisa dilakukan asalkan sesuai dengan kondisi tubuh dan persiapan yang tepat. “Karena tubuh kita itu sebenarnya diciptakan luar biasa hebat; kita bisa beradaptasi, jadi sebenarnya nggak ada masalah selama syarat-syaratnya dipenuhi,” kata dr. Yislam saat ditemui dalam diskusi kesehatan.

dr. Yislam menambahkan bahwa masalah baru muncul jika seseorang memiliki riwayat penyakit jantung atau kondisi medis tertentu yang mempengaruhi fungsi jantung. Pada kasus tersebut, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis jantung sangat disarankan sebelum mulai olahraga malam.

Saran ini sejalan dengan panduan internasional yang menyebutkan bahwa aktivitas fisik ringan hingga moderat setelah berbuka puasa dapat bermanfaat, terutama bila tubuh sudah mendapatkan asupan makanan dan cairan yang cukup. Aktivitas seperti jalan cepat, yoga, atau latihan ringan bisa membantu menjaga kebugaran tanpa memberi tekanan berlebih pada jantung.

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa waktu olahraga penting agar tubuh sudah sempat mencerna makanan. Olahraga terlalu dekat dengan waktu berbuka atau saat tubuh masih mencerna makanan berat berisiko menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan atau kelelahan. Oleh karena itu, jeda sekitar satu sampai dua jam setelah berbuka sering direkomendasikan.

Read More  Solusi Cerdas Wariskan Kekayaan dengan Aman dan Terencana

Selain itu, dokter mengingatkan pentingnya pola makan seimbang dan hidrasi optimal di waktu berbuka hingga sahur. Kekurangan cairan dapat membuat darah menjadi lebih kental dan memicu beban kerja jantung meningkat saat beraktivitas fisik. Anatomi tubuh yang sepenuhnya terhidrasi meningkatkan sirkulasi darah dan fungsi jantung selama olahraga.

Meski mayoritas orang sehat dapat melakukan olahraga malam pascapuasa dengan aman, bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung koroner, hipertensi tidak terkontrol, atau kondisi medis berat lainnya, berkonsultasi dengan dokter sebelum menentukan rutinitas olahraga tetap menjadi langkah paling aman.

Dengan kondisi tubuh yang stabil, asupan nutrisi yang tepat, serta intensitas olahraga yang moderat, olahraga malam saat Ramadan justru bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa membahayakan fungsi jantung.

Back to top button