HealthcareUpdate News

Waspada Post Holiday Blues Usai Lebaran, Pakar Ingatkan Bisa Berkembang Jadi Depresi

Perasaan sedih, hampa, dan kehilangan semangat setelah libur Lebaran atau dikenal sebagai post holiday blues tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi berkembang menjadi depresi bila tidak dikelola dengan baik.

Usai menikmati libur panjang Lebaran, banyak orang justru merasa kehilangan motivasi, lelah secara emosional, hingga sulit kembali fokus bekerja. Kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues, fenomena psikologis yang umum terjadi setelah periode menyenangkan berakhir.

Spesialis kedokteran jiwa dr. Lahargo Kembaren, SpKJ menjelaskan post holiday blues merupakan respons emosional sementara ketika seseorang harus kembali menghadapi rutinitas setelah liburan yang penuh kebahagiaan. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena berpotensi berkembang menjadi stres kronis bahkan depresi jika berlangsung lama dan tidak ditangani dengan baik.

Menurutnya, selama liburan seseorang berada dalam kondisi lingkungan yang menyenangkan, seperti berkumpul bersama keluarga, beristirahat, dan minim tekanan pekerjaan. Situasi ini memicu peningkatan hormon dopamin di otak yang berkaitan dengan rasa bahagia dan motivasi. Ketika liburan usai, stimulus menyenangkan tersebut berkurang sehingga muncul perasaan kosong atau kehilangan semangat.

Secara psikologis, fenomena ini juga dipengaruhi oleh emotional contrast effect, yakni perbedaan kontras antara suasana liburan yang santai dengan rutinitas kerja yang penuh tuntutan. Perubahan peran sosial dari anggota keluarga saat libur menjadi pekerja profesional juga memerlukan adaptasi mental yang tidak selalu mudah bagi setiap orang.

Sejumlah psikolog menyebut post holiday blues sebenarnya merupakan kondisi yang cukup umum terjadi dan biasanya bersifat sementara. Gejalanya dapat berupa rasa sedih, cemas, sulit berkonsentrasi, kurang berenergi, hingga menurunnya motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, jika perasaan negatif berlangsung lebih dari dua minggu, semakin berat, atau mulai mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat mengarah pada gangguan kesehatan mental yang lebih berat.

Read More  Tabungan Di AtasRp 5 Miliar Melejit, Isyarat Ekonomi Bersiap Tancap Gas

Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengatasi post holiday blues, seperti mengatur target kerja secara bertahap, menjaga pola tidur, tetap berolahraga, serta mempertahankan interaksi sosial yang positif. Membuat rencana kegiatan menyenangkan berikutnya juga dapat membantu menjaga motivasi dan keseimbangan emosi setelah liburan.

Kesadaran akan kesehatan mental menjadi penting, terutama setelah periode libur panjang seperti Lebaran. Mengenali gejala sejak dini dapat membantu seseorang mencegah kondisi berkembang menjadi depresi yang berdampak lebih luas terhadap kualitas hidup.

Back to top button