Survei Global: Kinerja Lingkungan Kini Jadi Penentu Utama Bisnis dan Investasi
Kesadaran perusahaan terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan terus meningkat di tengah tekanan perubahan iklim dan tuntutan investor global. Survei terbaru dari perusahaan solusi berkelanjutan Onterris menunjukkan mayoritas eksekutif dunia kini menempatkan kinerja lingkungan sebagai bagian inti strategi bisnis mereka.
Hasil survei tersebut mengungkapkan perusahaan dengan program lingkungan yang lebih matang memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk mencapai target bisnis lebih cepat dibanding perusahaan lain. Selain itu, mereka juga dua kali lebih berpeluang memperoleh pendanaan dan memperkuat posisi kompetitif di pasar.
Sebanyak 90 persen dari 500 pemimpin perusahaan senior yang menjadi responden mengaku lebih mudah mendapatkan akses modal dalam lima tahun terakhir berkat kinerja lingkungan yang baik. Bahkan, 43 persen di antaranya menyebut manfaat finansial yang diperoleh tergolong sangat signifikan.
Survei dilakukan pada akhir 2025 hingga awal 2026 terhadap para pengambil keputusan tingkat tinggi atau C-suite dari berbagai perusahaan global. Responden berasal dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Selandia Baru dengan rentang pendapatan perusahaan mencapai 250 juta hingga 5 miliar dollar AS.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa isu lingkungan kini bukan lagi sekadar bagian dari kepatuhan aturan pemerintah. Sebanyak 54 persen responden menyatakan kinerja lingkungan telah menjadi pilar utama strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan mereka. Sementara 30 persen lainnya melihatnya sebagai pendorong inovasi bisnis. Hanya 16 persen yang masih menganggap isu lingkungan sebatas kewajiban regulasi atau mitigasi risiko.
Direktur Operasional Onterris, James Laws, menyebut dunia bisnis kini sedang mengalami titik balik besar dalam memandang isu keberlanjutan.
Menurutnya, hal yang sebelumnya dianggap sekadar kewajiban kepatuhan kini berubah menjadi faktor penting dalam menentukan bagaimana perusahaan bekerja, mengelola modal, dan bersaing di pasar global.
Selain berdampak pada reputasi, program lingkungan juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Sebanyak 31 persen perusahaan melaporkan berhasil memangkas biaya pengelolaan limbah hingga lebih dari 10 persen melalui strategi lingkungan yang lebih baik. Penghematan juga terjadi pada penggunaan energi dan pengelolaan air.
Di sisi lain, investor global kini semakin kritis terhadap kualitas data keberlanjutan perusahaan. Sekitar 49 persen responden mengaku investor dan perbankan mulai mempertanyakan validitas laporan lingkungan perusahaan mereka.
Sebagian besar perusahaan memang sudah mencatat emisi karbon langsung atau Scope 1 dan Scope 2. Namun hanya 35 persen yang mampu memantau emisi Scope 3 yang berasal dari rantai pasok dan pihak eksternal karena kompleksitas pengumpulan data.
Survei juga menunjukkan sektor industri kimia menjadi salah satu yang paling agresif menerapkan strategi keberlanjutan. Sebaliknya, sektor pengelolaan limbah dan manufaktur masih banyak yang berada pada tahap awal implementasi program lingkungan.
Tren ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dan prinsip environmental, social, and governance (ESG) kini semakin menentukan arah bisnis global. Perusahaan yang mampu membuktikan komitmen lingkungan secara terukur dinilai akan lebih unggul dalam menarik investor, menjaga loyalitas konsumen, serta menghadapi risiko ekonomi di masa depan.





