International Day of Zero Waste 2026: Dunia Buang 1 Miliar Porsi Makanan Setiap Hari
eringatan International Day of Zero Waste 2026 menyoroti krisis limbah pangan global, di mana sekitar 1 miliar porsi makanan terbuang setiap hari
Peringatan International Day of Zero Waste pada 30 Maret 2026 kembali menegaskan besarnya tantangan pengelolaan sampah global, khususnya limbah makanan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti bahwa dunia membuang makanan dalam jumlah sangat besar, setara 1 miliar porsi setiap hari, sementara jutaan orang masih kesulitan mendapatkan akses pangan.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan bahwa pemborosan makanan bukan hanya persoalan ekonomi dan sosial, tetapi juga berdampak serius terhadap lingkungan. Limbah makanan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, memperburuk perubahan iklim, serta merusak ekosistem.
Menurut PBB, pengurangan limbah makanan menjadi langkah penting dalam mendukung sistem pangan berkelanjutan. Jika tidak ditangani, pemborosan pangan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga 1 triliun dollar AS setiap tahun, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap sumber daya alam.
Momentum International Day of Zero Waste mendorong berbagai pihak untuk berperan aktif, mulai dari konsumen, pelaku usaha, hingga pemerintah. Konsumen dapat mengurangi pemborosan dengan membeli makanan sesuai kebutuhan, menyimpan bahan pangan dengan benar, serta memanfaatkan kembali sisa makanan yang masih layak konsumsi.
Sektor ritel dan industri makanan juga diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi serta menyalurkan surplus pangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, pemerintah didorong memasukkan upaya pengurangan limbah makanan dalam kebijakan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
International Day of Zero Waste sendiri ditetapkan PBB untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya pola konsumsi dan produksi yang lebih berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang lebih baik dinilai dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi dampak krisis pangan di masa depan.
Upaya mengurangi limbah makanan juga dinilai dapat menciptakan lapangan kerja hijau, memperkuat ketahanan pangan, serta menekan emisi metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Dengan perubahan kebiasaan kecil, masyarakat dapat berkontribusi besar dalam mengurangi sampah makanan dan menjaga keberlanjutan bumi.





