Harga BBM Naik, Mana Lebih Efisien: Mobil Listrik atau Mobil Bensin?
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat banyak masyarakat mulai mempertimbangkan mobil listrik sebagai alternatif. Dari sisi biaya operasional, sejumlah riset menunjukkan mobil listrik lebih efisien dibanding mobil berbahan bakar bensin
Perbandingan efisiensi mobil listrik dan mobil berbahan bakar bensin semakin relevan di tengah tren kenaikan harga BBM. Selain faktor biaya, isu lingkungan dan perkembangan teknologi juga mendorong masyarakat melirik kendaraan listrik.
Hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan mobil listrik dapat menekan biaya energi hingga sekitar 50 persen dibanding mobil konvensional. Kepala Balitbang ESDM saat itu, FX Sutjiastoto, menyebut biaya energi mobil listrik untuk menempuh 100 km berkisar Rp 32.000, sedangkan mobil bensin bisa mencapai sekitar Rp 85.000.
Perbandingan lain menunjukkan biaya perjalanan mobil listrik sekitar Rp19.500–Rp37.500 per 100 km, sedangkan mobil bensin bisa mencapai Rp71.000–Rp83.000 tergantung konsumsi bahan bakar dan harga BBM.
Dari sisi akademik, studi mengenai Total Cost of Ownership (TCO) juga menemukan biaya kepemilikan mobil listrik dalam jangka panjang lebih rendah dibanding mobil konvensional karena biaya energi dan perawatan yang lebih kecil.
Menurut para peneliti dari Universitas Negeri Semarang, kendaraan listrik unggul dari sisi efisiensi energi dan biaya operasional, meskipun harga awal pembelian masih relatif lebih tinggi dan infrastruktur pengisian daya belum merata.
Selain biaya energi, mobil listrik juga dinilai lebih hemat perawatan karena tidak memerlukan oli mesin, busi, maupun sistem knalpot. Struktur mesin yang lebih sederhana membuat komponen yang perlu diganti lebih sedikit dibanding mobil bensin.
Namun, mobil bensin masih memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas perjalanan jarak jauh karena jaringan SPBU lebih merata dibanding stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Faktor harga beli awal kendaraan listrik yang relatif lebih tinggi juga masih menjadi pertimbangan bagi sebagian konsumen.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, mobil listrik cenderung lebih efisien untuk penggunaan harian, terutama di wilayah perkotaan dengan akses pengisian listrik yang memadai. Sementara mobil bensin masih menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas jarak jauh dengan waktu pengisian energi yang lebih cepat.
Jika harga BBM terus meningkat, mobil listrik berpotensi menjadi pilihan yang lebih hemat dari sisi biaya operasional. Namun keputusan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas, anggaran, serta ketersediaan infrastruktur pengisian daya.





