HealthcareUpdate News

WHO Tetapkan Ebola Darurat Global, Kemenkes Minta Warga Hindari Daging Mentah dan Hewan Liar

WHO resmi menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization resmi menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Status tersebut diumumkan menyusul lonjakan kasus dan penyebaran lintas negara yang dinilai berisiko tinggi.

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Kesehatan RI langsung meningkatkan kewaspadaan nasional. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama produk hewani.

“Masyarakat diimbau hanya mengonsumsi daging yang telah dimasak matang dan menghindari konsumsi hewan liar,” ujar Aji.

Imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Ebola diketahui dapat menular dari hewan yang terinfeksi ke manusia, termasuk melalui proses penyembelihan, pengolahan, hingga konsumsi daging tertentu. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi virus.

WHO melaporkan hingga pertengahan Mei 2026 terdapat lebih dari 300 kasus suspek Ebola dengan sedikitnya 88 kematian di wilayah terdampak. Wabah kali ini dipicu oleh virus Bundibugyo, salah satu varian Ebola langka yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun terapi yang disetujui secara luas.

Meski statusnya sudah darurat kesehatan global, WHO menegaskan wabah ini belum masuk kategori pandemi seperti Covid-19. Badan kesehatan dunia tersebut juga belum merekomendasikan penutupan perbatasan internasional.

Di Indonesia sendiri belum ditemukan kasus Ebola. Namun pemerintah mulai memperketat pengawasan di pintu masuk negara, termasuk pemantauan pelaku perjalanan internasional melalui thermal scanner dan sistem surveilans penyakit infeksi emerging.

Read More  Depresi 8 Kali Lipat Lebih Tinggi pada Ibu Hamil dan Nifas, Kemenkes: “Jadi Ibu Tak Mudah”

Selain menghindari daging mentah dan hewan liar, Kemenkes juga meminta masyarakat menjaga kebersihan tangan, memakai masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam atau perdarahan setelah bepergian dari negara terdampak.

Para ahli menilai langkah antisipasi penting dilakukan sejak dini mengingat Ebola memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, bahkan dapat mencapai 50 persen secara rata-rata pada sejumlah wabah sebelumnya

Back to top button