Safe and SecureUpdate News

Sering Parkir Mobil Listrik di Bawah Terik Matahari, Baterai EV Bisa Lebih Cepat Rusak

Kebiasaan memarkir mobil listrik di bawah panas matahari dalam waktu lama disebut dapat mempercepat degradasi baterai dan menurunkan performa kendaraan.

Penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) terus meningkat di Indonesia. Namun di balik tren tersebut, pemilik mobil listrik diminta mulai memperhatikan kebiasaan sederhana yang ternyata berdampak besar terhadap umur baterai, yakni parkir di bawah terik matahari.

Paparan suhu panas ekstrem dalam waktu lama disebut dapat mempercepat degradasi baterai EV. Kondisi ini terjadi karena suhu tinggi membuat reaksi kimia di dalam sel baterai berlangsung lebih cepat sehingga kapasitas penyimpanan energi menurun lebih cepat dibanding kondisi normal.

Laporan yang dimuat Kompas.com menyebutkan bahwa kendaraan listrik yang terlalu sering diparkir di area terbuka saat cuaca panas berisiko mengalami penurunan performa baterai dalam jangka panjang.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, sebelumnya juga mengingatkan bahwa suhu lingkungan di atas 35 derajat Celsius dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai kendaraan listrik. Akibatnya, jarak tempuh kendaraan bisa berkurang dan proses pengisian daya menjadi kurang optimal.

Kapasitas Baterai Bisa Menurun Lebih Cepat

Baterai lithium-ion pada mobil listrik bekerja optimal pada suhu tertentu. Saat temperatur terlalu panas, sistem pendingin baterai memang akan bekerja lebih keras menjaga suhu tetap stabil. Namun jika kondisi ini terjadi terus-menerus, komponen internal baterai tetap dapat mengalami penuaan lebih cepat.

Selain mengurangi usia baterai, suhu panas juga dapat memengaruhi efisiensi charging dan membuat konsumsi energi meningkat karena sistem pendingin kendaraan bekerja lebih intensif.

Read More  SingCham Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi

Karena itu, pemilik EV disarankan memarkir kendaraan di tempat teduh atau area tertutup untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung. Penggunaan sunshade pada kaca depan juga dinilai membantu menekan panas di dalam kabin.

Pengguna juga dianjurkan tidak langsung melakukan fast charging setelah mobil terpapar panas ekstrem atau digunakan perjalanan jauh. Memberi jeda agar suhu baterai turun dinilai dapat membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik di negara beriklim tropis seperti Indonesia, edukasi mengenai perawatan baterai menjadi semakin penting. Sebab baterai merupakan komponen paling mahal pada kendaraan listrik dan sangat menentukan nilai serta performa kendaraan dalam jangka panjang.

Back to top button