Safe and SecureUpdate News

Gen Z Tak Lagi “Googling”, Kini Jadikan ChatGPT sebagai Penasehat Hidup

CEO OpenAI Sam Altman mengungkapkan Gen Z kini memakai ChatGPT jauh lebih kompleks dibanding generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google. Meta Title:

Generasi Z kini menggunakan ChatGPT jauh lebih kompleks dibanding generasi tua yang masih memanfaatkannya seperti mesin pencari layaknya Google.

CEO Sam Altman mengungkapkan adanya perbedaan mencolok dalam cara tiap generasi memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Menurutnya, kelompok usia yang lebih tua cenderung memakai ChatGPT hanya untuk mencari informasi cepat seperti menggunakan Google.

Sebaliknya, Gen Z menjadikan chatbot AI tersebut sebagai “sistem operasi kehidupan” yang membantu mengatur aktivitas harian, mengambil keputusan, hingga menjadi tempat curhat digital.

Dalam acara AI Ascent milik Sequoia Capital, Altman menyebut pengguna muda bahkan menghubungkan ChatGPT dengan dokumen pribadi serta menyimpan berbagai prompt khusus untuk membangun alur kerja yang lebih kompleks dan personal.

“Perbedaannya luar biasa antara cara orang berusia 20 tahun menggunakan ChatGPT dibandingkan generasi yang lebih tua,” ujar Altman.

Fenomena tersebut dinilai menunjukkan perubahan besar dalam hubungan manusia dengan teknologi AI. Jika generasi sebelumnya memakai internet untuk mencari jawaban, Gen Z kini mulai menggunakan AI sebagai partner diskusi sehari-hari.

Altman bahkan menyebut banyak anak muda yang tidak mengambil keputusan penting tanpa lebih dulu bertanya kepada ChatGPT, mulai dari urusan asmara, pendidikan, pekerjaan, hingga kesehatan mental. Fitur memori percakapan membuat AI mampu memahami konteks dan preferensi pengguna secara lebih personal dari waktu ke waktu.

Tren ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan Gen Z lebih cepat beradaptasi dengan teknologi AI generatif dibanding generasi sebelumnya. Studi dari arXiv misalnya menemukan bahwa Gen Z cenderung melihat AI sebagai alat produktivitas dan pendukung pembelajaran, sementara generasi lebih tua lebih berhati-hati terhadap risiko ketergantungan dan etika penggunaan AI.

Read More  Etika Touring Motor di Akhir Pekan: Aman, Nyaman, dan Tidak Ganggu Pengguna Jalan

Meski menawarkan kemudahan, para ahli juga mengingatkan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan. ChatGPT masih bisa memberikan jawaban yang tidak akurat atau bias sehingga pengguna disarankan tetap melakukan verifikasi sebelum menjadikan AI sebagai dasar pengambilan keputusan penting.

Back to top button