HealthcareUpdate News

Perlu Detoks Pencernaan Setelah Kalap Makan Daging? Dokter Ungkap Cara yang Lebih Efektif

Banyak orang mencari cara detoks pencernaan setelah mengonsumsi daging dalam jumlah besar, namun dokter menegaskan bahwa tubuh sebenarnya tidak memerlukan detoks khusus selama pola makan tetap seimbang.

Momen Idul Adha identik dengan melimpahnya hidangan berbahan dasar daging sapi maupun kambing. Tidak sedikit orang yang kemudian merasa perut begah, kembung, hingga sulit buang air besar setelah beberapa hari mengonsumsi olahan daging secara berlebihan.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mencari berbagai metode detoks pencernaan, mulai dari mengonsumsi jus tertentu hingga menjalani pola makan ekstrem. Namun, benarkah tubuh memerlukan detoks setelah terlalu banyak makan daging?

Spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan bahwa detoks pencernaan sebenarnya tidak diperlukan. Menurutnya, yang lebih penting adalah menjaga keseimbangan pola makan dengan mengombinasikan protein, serat, dan karbohidrat dalam porsi yang tepat.

Ia menjelaskan bahwa mengonsumsi daging dalam jumlah berlebihan memang dapat membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Beberapa penelitian menunjukkan daging membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk diproses dalam saluran cerna sehingga dapat memicu rasa penuh, begah, dan konstipasi apabila tidak diimbangi asupan serat yang cukup.

Karena itu, langkah yang disarankan bukan melakukan detoks ekstrem, melainkan memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup. Serat membantu memperlancar proses pencernaan dan mengurangi rasa tidak nyaman setelah makan daging dalam jumlah banyak.

Selain menjaga asupan serat, masyarakat juga disarankan untuk mengontrol porsi makan. Konsumsi protein hewani secara berlebihan, terutama bagi penderita hipertensi, kolesterol tinggi, atau diabetes, dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti lonjakan tekanan darah maupun kadar gula darah.

Read More  OJK Dorong Kembali Penghapusan Kredit Macet UMKM untuk Akselerasi Pemulihan Sektor

Pakar gizi juga menilai pola makan yang lebih bijak setelah periode konsumsi daging tinggi adalah dengan memperbanyak makanan berair seperti buah dan sup, mengonsumsi sayuran lebih dahulu sebelum protein hewani, serta memberikan jeda yang cukup antarwaktu makan agar sistem pencernaan memiliki waktu untuk bekerja secara optimal.

Dengan kata lain, tubuh memiliki mekanisme alami untuk memproses makanan dan membuang sisa metabolisme. Daripada menjalani program detoks yang belum tentu terbukti manfaatnya, pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, dan hidrasi yang baik tetap menjadi cara paling efektif untuk menjaga kesehatan pencernaan setelah menikmati hidangan daging dalam jumlah banyak.

Back to top button